Ini adalah buku kedua gue dengan judul yang sesuai dengan harapan gue. Iya, Lelaki Gagal Gaul. Sejak awal gue mengirimkan naskah ini ke penerbit, gue memang udah memakai judul ini. Dan alhamdulilah, editor suka dengan judul yang gue tawarkan. Gue pun enggak perlu menambah beban pikiran untuk mencari alternatif judul lain untuk diajukan ke editor.

Tagline ‘Kisah Nista Mahasiswa Jelata’ pun gue buat enggak terlalu ribet. Gue hanya menawarkan satu tagline itu dan langsung di acc, tagline yang gue harapkan bisa mewakili keseluruhan isi dalam buku gue di mana menceritakan gue sebagai rakyat mahasiswa jelata yang gak populer sama sekali dan terkesan nista.

Ada banyak perbedaan buku Lelaki Gagal Gaul ini dengan buku pertama gue Cancut Marut. Pertama, mungkin jumlah bab yang ada dalam buku. Kalau di Cancut Marut ada 31 bab, buku kedua gue jauh lebih ramping, bahkan gak ada setengahnya. Di buku ini, gue gak pengen terkesan terburu-buru dan tidak mendetail dalam menyelesaikan setiap bab. Jadi jangan kaget kalau kalian akan menemukan bab yang mungkin terasa panjang sampai berlembar-lembar.


Kedua, komedi yang gue tuliskan dalam buku ini mungkin akan terasa lebih halus. Berbeda dengan komedi yang gue gunakan di buku pertama, di mana gue merasa terlalu berlebihan, atau mungkin bahasa cupunya, lebay. Nah, di buku ini gue mencoba untuk tidak membuat berlebihan. Walaupun (mungkin) tetap ada beberapa bab yang komedinya masih terlalu ‘penuh’.

Gue harap sih, para pembaca buku Cancut Marut enggak akan kaget ketika mulai membaca Lelaki Gagal Gaul karena gaya tulisan gue mungkin akan terasa beda, dan gue berharap buku gue bisa tetap menghibur. Oh iya, kalian gak usah khawatir, font di buku Lelaki Gagal Gaul sangat bersahabat dan gak bakal ngajakin berantem lagi gara-gara terlalu kecil dan bikin ‘enggak santai’ di mata. hehe..

Inti dari buku Lelaki Gagal Gaul ini sendiri sebenernya tentang harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Beberapa diantaranya berujung dengan kegagalan, ada yang berujung enggak terlalu nyesek, ada juga yang berujung dengan rasa nyesek yang terlalu.

Ini blurb dari buku Lelaki Gagal Gaul:


Gagal.

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Entah itu gagal dalam berpacaran atau gagal mengajak pacaran. Begitu juga dengan gue, mahasiswa calon guru SD yang masa kuliahnya lebih sering diisi dengan kegagalan yang membuat gue harus sering-sering mengelus dada. 

Dari setiap kegagalan yang gue alami. Sebagai seorang lelaki, gue merasa telah gagal untuk menjadi anak gaul yang seutuhnya, tetapi dari semua kegagalan itu, gue pun akhirnya memahami makna kegagalan yang sesungguhnya. Di balik setiap pedihnya kegagalan, akan ada momen indah yang datang setelahnya.

Untuk bocoran isinya sendiri, gue akan membahas bagaimana rasanya tersiksa ipeka gara-gara dosen yang memberi nilai sekenanya, sementara perjuangan selama satu semester benar-benar sangat menguras tenaga. Kemudian ada juga cerita tentang pedihnya dimusuhin dosen, tanpa dukungan dari teman-teman, dan itu bener-bener nyakitin.

Gue juga akan bercerita tentang alternatif cara mengupil yang elegan, dengan level  kesulitan yang bervariasi dan sesuai dengan khazanah mahasiswa. Selain lelaki gagal gaul, di buku ini juga akan ada cerita tentang wanita gagal gaul. Jadi gak cuma lelaki, wanita juga bisa menjelma menjadi sosok gagal gaul yang tingkahnya bikin geli. Kalian nanti bisa baca sendiri seberapa gagal gaulnya wanita yang gue ceritakan dalam buku ini. Gak cuma itu, nantinya juga ada beberapa bab menggairahkan lainnya yang bikin kalian tertawa pilu.

Buku ini udah bisa kalian dapatkan di gramedia dan toko buku Indonesia mulai awal Oktober dengan harga Rp 49.000,- . Iya, memang agak mahal, tapi gak masalah karena buku gue ini emang tebalnya sampai 254 halaman.

Kalau kalian kepengin dapetin secara online, kalian bisa langsung kesini aja --> @pengenbuku, @parcelbuku, atau @bukukita

Nah, sekarang saatnya buat kalian yang berniat PHP di kotak komentar, gue kasih kesempatan :P