Pacarku Satpamku


 Pergaulan remaja masa kini, pasti ga luput dari yang namanya “berpacaran”. Ya.. sudah menjadi hal yang wajib bagi kalangan remaja bagi mereka  menyukai lawan jenis ataupun menyukai sesama jenis.

Ada sebuah hukum  yang entah siapa pencetusnya mengatakan bahwa , “bila ku mati, kau juga mati. Jadilah engkau milikku selalu....utuuuuh”.

Woooow ... ekstrem sekali, rasanya mengerikan  juga kalo kita sampai punya cinta yang kayageto.  Uuups, mungkin bisa diralat sedikit punya PASANGAN yang kayageto. Hohohow
Seperti beberapa tragedi nyata(gue sebut ini tragedi karena sudah menimbulkan banyak korban :D) yang terjadi di sekitar kehidupan gue.

Gue punya temen. biar ga ketauan, disamarkan aja. Sebut dia chila (chilaaa pengen sembuh-sembuhiiin temeeen chilaa yang sakit).
Yaaaah, cewe yang satu ini bener-bener ruuuaarrr biasa.
Kenapa ruaaar biasaaa ?

Begini ceritanya :
 Chila temen sekampus gue punya cowok namanya Diyan (nama disamarkan), Chilla  ini bisa dikatakan jatuh cinta pada orang yang salah, walopun banyak orang bilang cinta tak pernah salah seperti kata lagunya tiga mantra. Eh, Pinkan mambo dink, kalo tigamantra kan boyband nya ki Joko bodo. Maafkan kekhilafan saya,itu tidak merubah esensi daari tulisan ini (cuiiih).
Diyan itu orangnya super sibuk, maklum dia seorang aktivis kampus, selain itu dia juga jadi ketua di salah satu UKM Sinematografi. Jelas, dikit banget waktu yang bisa Diyan luangin buat chilla.
Apakah masalahnya hanya segitu aja ? nanti dulu.
Disinilah, kebuasan seorang wanita bisa dilihat melalui mata telanjang dan didengar melalui hidung.*lhooo*

Suatu hari, gue dan diyan sedang ada kegiatan diluar kampus selama 3 hari. Disinilah cerita berawal. Karena fokus  lagi ngikutin materi yang disampaein, gue ga buka hp sama sekali dan  ternyata pas buka hp gue. saat itu ada sekitar seratusempatpuluhsembilan pesan masuk dari : “ChiiLla^^” (nama yang imut)

Berondongan pertanyaan datang bertubi-tubi. Bagaikan kentut  di siang hari tanpa suara namun aromanya menusuk hingga ke relung hati. Pecahkan saja gelasnya biar ramai. “maksud loooch”
Chilla biasa panggil gue “her”, lengkapnya sebenernya herjunot, Cuma chilla sama diyan aja yang dengan begitu bangga dan tulus manggil gue begitu.

Gue sempet terharu waktu pertama mereka komapakan manggil gue begitu, dengan penuh airmata bahagia, aku menggelinjang-menggelinjang hingga tak sadarkan diri. Tiiit ... mengulang kata menggelinjang, uuups -_-
Back to story, gue buka pesan yang notabene dari dia semua, dia bertanya dengan  indahnya, “her,diyan lagi apa?”
Gue buka lagi, “her, diyan ma cowok apa ma cewek?”
Gue buka lagi, “her, bales cii... :(“

Ketika gue hampir nyerah buka sms  yang udah menuhin kotak masuk gue sampai layar gue aja ga muat nampung sms dari dia. Ada sms dari dia yang bunyinya : “her,katane diyan mau pergi ke johar ya? Ambil plakat katane, bener ga ? sama cowo apa cewek ? jawab jujur her... kalo dia sama cewek, awas !!!! tag bunuh tu cewek langsung !! “
Bussseeettt .... gue bergidik baca tu pesan.

Sebuah bentuk kecemburuan yang melebihi batas normal hingga rasanya bumi pun enggan menerimanya. Emangnya kafir satanic. Gue yang bingung mau bales  apa mending ga  dibales aja, terlalu riskan bagi gue, salah ngomong dikit bisa jadi gue ibarat ngasih garpu ke dia sebagai senjata pembunuh.Caranya tu garpu digarukin dipunggungnya mpe epilepsi.

Ga cuma itu. Di lain hari, dikala senja dimusim yang bahagia. Diyan lagi fotocopy buku sama chilla. Tiba-tiba ada temen diyan cewek dateng  dan menyapa dengan wajah tanpa dosa. Dia tidak menyadari kehadirannya telah mengusik ketentraman singa kalimantan (singa kalimantan kayak apa yaak ? ).
 Si cewek teman diyan : “yan, lagi ngapain disitu. Aku anterin bentar tho ke kampus, capeeek nih jalan kaki.”
Segera saja terdengarlah auman si raja singa kalimnatan penguasa kandang hamster.
“HEEECH, LU PUNYA KAKI KAN !! JALAN KAKI SENDIRI GA USAH GANJEN-GANJEN SAMA COWOK ORANG!!! MINTA DILEMPAR SEPATU LU ??!!”

Diyan hanya terbengong-bengong tanpa sepatah kata pun. Pasrah. Si cewek yang tak penting untuk disebut namanya terlihat begitu shock, beberapa detik kemudian dia segera menyelamatkan  nyawanya dengan membabi ngesot.

Sekali lagi, sebuah tragedi dan hukum kekekalan pasangan telah  terbukti !
Dimana yang namanya “pacar gue, Cuma buat gue”. Ga peduli tu yang ngajak ngomong, sms, telpon dari temen deket kita. Semuanya patut dicurigai, dicemburui, diwaspadai, dikhitani.
Akan ada beberapa fakta yang lebih mencengangkan lagi dari hal ini.
Nantikan di episode berikutnya ....

3 Upil

Hha.... kreatif bgt nyari idenya.... nice post sob!!!! ^^

Reply

@ilham : hohoho , thanks sob ...
keep blogging :D

Reply

Saya juga gitu *ehhhhh...

Tapi nggak parah2 banget koq :D

Reply

Post a Comment