Ketika Teman Lama Nawarin Bisnis Pulsa

6/02/2018 06:52:00 am


Dikabarin teman lama yang jadi TNI AL dan sedang dinas di Nunukan. Kisah bisnis pulsa penuh iming-iming pun dimulai.

Jadi, ceritanya gue dapat sms dari nomor baru yang tanya kabar bagaimana keadaan kota Pemalang dan bilang gue sombong banget. Waktu itu gue memang nggak sempat balas dan sms itu gue abaikan begitu saja. Beberapa hari kemudian, gue baru ingat kalau teman gue sms dan gue balesin sms-nya biar nggak dikira sombong beneran.

Gue sendiri nggak tahu itu nomor siapa, tapi gue menduga ini nomor teman gue waktu SMA yang namanya Setiawan. Setelah tanya-tanya kabar, gue jadi tahu kalau dia sekarang lagi dinas di Nunukan, Kalimantan Utara. Sebagai seorang anggota TNI Angkatan Laut, gue santai saja denger dia lagi kerja jaga wilayah perbatasan.

Nggak berapa lama sms-an, dia telfon gue. Cerita kalau dia sekarang jadi penanggungjawab jatah pulsa buat komandan-komandannya di pangkalan sana. Cuma masalahnya, harga pulsa di sana mahal banget. Untuk pulsa seratus ribu, harganya sampai seratus tujuh puluh lima ribu rupiah. Gue sempet shock! Gila! Mahal banget harga pulsa di luar Jawa sana. Lalu, gue pun terlibat obrolan panjang.

“Itu beneran Set, harga pulsa di sana sampai segitu?”

“Iya bener, disini aja transaksi pembayarannya sudah pakai ringgit, mata uang Malaysia. Makanya serba mahal. Jadi gini, aku mau minta tolong sama kamu.”

“Minta tolong apaan memang, Set?”

“Di tempat kamu ada konter yang bisa deposit pulsa nggak? Kalau ada, aku mau minta tolong depositin pulsa yang harganya terjangkau. Aku berani deh per seratus ribu harganya seratus empat puluh ribu. Sukur-sukur kalau aku bisa transaksi lewat kamu, jadi keuntungan kita bagi dua. Sehari disini transaksi bisa empat puluh sampai enam puluh kali lho, lumayan.”

Gue tergiur juga ngeliat peluang bisnis di depan mata yang menggiurkan banget. Kalau satu kali transaksi keuntungannya empat puluh ribu kalikan empat puluh saja, per hari sudah dapet satu juta enam ratus ribu rupiah. Itu satu hari lho.

Gue semakin tertarik sama apa yang dibicarakan Setiawan. Lalu dia menambahkan, jadi gini.. buat ngecek harga aku coba kirimin dua nomor dulu, nanti kamu isiin seratus ribuan dulu sekalian buat cek harga, itu buat laporan aku ke komandan, kalau cocok langsung aku transfer tujuh ratus ribu buat beli saldo lagi, paham kan maksudku?”

“Oke, oke ... paham deh Set. Nanti kabarin aja nomornya ya. Oh iya, kenapa nggak pakai WA saja biar praktis ngobrolnya?”

“Ya tahu sendirilah, di daerah perbatasan gini, sinyal susah, kuota juga mahal. Habis ini aku kirimin nomor komandanku, nanti diisin dulu ya, kalau udah masuk kabarin saja. Nanti tak buat laporan ke komandan sekalian jalan terus transfer ke rekeningmu.”

Setelah itu, Setiawan sms mengirimkan dua nomor komandannya. Gue coba ngecek nomor itu di aplikasi Bukalapak dan ternyata harganya sama. Wah... kesempatan ini buat bisnis. Tapi dipikir-pikir, kalau gue kirimin pulsa duluan terus nantinya Setiawan nggak transfer uang bagaimana?

Gue pun cerita sama istri masalah temen yang ngajak bisnis pulsa ini. Istri langsung bilang “Jangan mau Pah, itu penipuan. Masku dulu juga pernah kayak begitu pas habis dinas dari Papua. Sudah dikirimin pulsa, nggak transfer balik.” Kebetulan kakaknya istri juga anggota TNI Angkatan Darat. Hal seperti ini pernah dialamin juga.

Beberapa menit kemudian, Setiawan telepon lagi untuk memastikan apakah gue sudah beliin pulsanya dulu apa belum. Nggak mau kecolongan, gue bilang ke Setiawan, “Transfer aja dulu deh.. nanti langsung tak isiin pulsa. Nggak usah khawatir.”

“Loh, gini loh... kamu paham nggak? Itu kirim dulu, buat laporan ke komandanku kalau pulsanya sudah masuk. Nanti aku sekalian jalan ke ATM transfer ke rekeningmu tujuh juta. Lumayan loh ini.”

“Oh gitu ya, bentar ya...” Gue yang mulai curiga, nutup telepon dulu buat berpikir jernih dan browsing di google untuk kasus seperti ini.

Ada beberapa kecurigaan gue, yang pertama.. kalau bisnis ini begitu menggiurkan, logikanya dia mending menyerahkan bisnis ini ke keluarganya aja. Kedua, suara Setiawan kayaknya beda sama yang dulu, ini nggak ada ngapak ala Pemalang-Pemalangnya. Ketiga, kalau memang ngajakin bisnis pulsa kenapa dia minta dikirimin pulsa duluan? Kan harusnya kalau serius transfer, dibeliin, sudah. Keempat, untuk membuat gue tergiur, dia menjanjikan akan mentransfer tujuh juta ke rekening. Disini gue sudah mulai tidak percaya.

Setiawan sms lagi, lagi dan lagi mencoba meyakinkan ke gue kalau ini bisnis yang amanah karena jabatannya adalah taruhannya. Karena males juga nanggepin hal begituan akhirnya gue abaikan saja udah sms-sms selanjutnya dari (orang yang ngakunya) Setiawan.

Setiawan bisa begitu sok akrab sama gue, mungkin karena dari awal gue sudah membantu dia menemukan ‘profesinya’. Gue tanpa basa-basi langsung tanya kalau dia sekarang dinas di mana?

Mungkin kalau gue nggak tanya begitu, dia akan mencoba menjadi teman gue dengan profesi lainnya yang masuk akal buat dipakai.

Setelah gue browisng-browsing dengan kata kunci : penipuan pulsa mengaku teman lama, ternyata modus penipuan seperti ini udah lama, dan sudah ada korbannya juga pas gue ngecek di https://www.crimecyber.net/4308/penipuan-pulsa-minta-diisi-ke-nomor-telpon.

Salah satu curhatan di web cybercrime



Lebih hebatnya lagi, ada orang yang melaporkan nomor telepon penipunya dan ternyata sama kayak nomor yang sms ke gue, mengaku sebagai Setiawan.

Ini nomor hp yang dipakai penipu: 0813-8279-7774

Untung aja gue kemarin gue nggak terburu-buru tergiur dengan keuntungan yang ajaib itu. Intinya nih ya, kalau ada sesuatu yang datang dengan nomor baru menawarkan keuntungan menggiurkan dalam bentuk apapun itu, gunakan logika aja, dan tentu saja mencari pencerahan ke Google agar tidak menyesal sesaat kemudian.

You Might Also Like

14 Upil

  1. Alhamdulillah masih selamet bang. Di sini belum pernah ada yang ngalami, jadi terima kasih ini ceritanya membantu misal ada yg mencurigakan. Memang, hal-hal menggiurkan seperti itu kadang bisa menggoda iman dna melepas akal, apalagi pihak penipu biasanya memberi tenggat waktu segera seolah gak ngebiarin kita bertanya ama org lain. Kalo di IG biasanya penipuan isi pulsa itu berupa pembelian paket internet yang murah banget, tapi setelahnya akunnya akan hilang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sengaja share cerita ini biar siapa tau ada yangmengalami hal serupa bisa tersadarkan. Nah, kalau yang di IG itu gue baru tau, terimakasih udah share disini :D

      Delete
  2. Hmm.. Setiawan ya. Dulu gue juga pernah hampir ditipu. Tapi modusnya lain, kalo waktu itu gue punya uang di rekening, beneran langsung gue transfer dah. Hahah.

    Sampe waktu itu kepikiran mau kasbon di kantor, tapi kemudian Googling nomernya dan ternyata penipuan. Makin curiga pas gue nelpon, tu orang kok kayak emosi gitu dan minta gue cepet-cepet transfer,makin kesini suaranya jadi gak asing. Suaranya mirip penipu yang sering ada videonya di YouTube. Hahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi modus penipuan apa sebenernya ini RIk, bikin penasaran aja :D

      Delete
  3. Untung nanya istrinya dulu bang. Sekarang perasaan banyak modus minta pulsa ya. Untung gak pernah ngalamin. Cuma pernah yang mama minta pulsa padahal kan gw belum nikah -_- tapi apa nggak bisa ngenalin suara ya bang sampe hampir tergiur gitu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang curiganya di suara. Kok suaranya nggak mirip sama temenku Setiawan. Tapi waktu itu mikirnya mungkin udah lama nggak ketemu dia suaranya jadi beda

      Delete
  4. itulah mengapa saya memilih isi pulsa dengan mbanking ato saldo toko2 online..

    kata orang hari ini bisnis pulsa sedang menjelang mati, kecuali yang sudah jalan dari dulu, ya tinggal dijalani saja..

    ReplyDelete
  5. Syukur deh mas gak kemakan jebakannya. Yang kayak gini nih saya penasaran tuh mereka dapat info kerabat kita dari mana yah sampe bisa detail banget dan kedengaran akrab pas ditelpon. Semoga aja si penipu ini cepetan tobat deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kadang heran bisa dapet info dari mana. Semoga si penipu cepetan tobat setelah dapat kesusahan dulu dalam hidupnya :D

      Delete
  6. wah.. baru tau nih kalo ada jenis penipuan baru. thanks bang..
    http://www.indoblazer.com

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete