Badai Pasti Berlalu

Yang namanya hidup ga akan selamanya bisa tertawa, ga akan bisa terus tersenyum bahagia. Ada suatu saat dimana kita harus merasakan pedihnya realita, letihnya harapan dan runtuhnya impian. Itu semua ibarat sebuah sistem yang mau tidak mau harus kita jalani. Kebahagiaan hadir dengan indahnya dan itu seringkali membuat kita terlena. Lupa akan hal disekitar kita. Sampai akhirnya kita harus terjatuh dan menyadari betapa angkuhnya kita.
   
Hari ini, hari kedua setelah saya mengalami suatu musibah. Musibah yang tak perlu saya sebutkan apa namanya. Itu sangat menyedihkan, ketika semua impian harus pupus dan harapan harus runtuh. Inilah kenyataannya. Keyakinan yang teramat sangat akan suatu hal harus dibayar mahal dengan kehilangan sesuatu yang tidak sedikit. Yaaah, saya sempat merasa sangat putus asa dihari pertama. Saya berpikir ini sangat tidak adil. Kenapa harus saya ? kenapa saya sangat ceroboh ? Semua pertanyaan-pertanyaan negatif berputar-putar dikepala saya.

Air mata, air mata memaksa untuk keluar dari jeruji mataku. Tak tahu harus kemana mencari jalan keluar, mungkin ini sudah berakhir. Ingin sekali aku marah !!! pada mulut busuk yang terasa manis menawarkan begitu banyak mimpi indah padaku, sampai  akhirnya mulut itu juga yang menjatuhkan harapanku, mencabik sayapku yang telah siap untuk mengangkasa.

Hari kedua, saat dimana segalanya mulai bisa kembali terlihat biasa, tak lagi samar seperti hari kemarin. Dan saat saya mulai mencoba untuk tidak menangisi nasib, saya mengintrospeksi diri. Memang benar, telah banyak dosa yang telah kulakukan selama ini. Membuatku merasa angkuh tak mempedulikan keagungan tuhan disekitarku. Mungkin, ini adalah teguran yang telah tuhan berikan kepadaku. Dan saya tahu, tidak akan ada gunanya terus meratapi nasib. Hanya semakin membuat hati terasa perih.

Malam ini, saya mengerti. Tidak ada gunanya disesali, tidak ada gunanya mengharap waktu untuk kembali. Hanya ada dua pilihan : terus menyalahkan keadaan atau mencoba bangkit kembali. Ketika semua terasa tak adil bagi saya, saya putuskan untuk mencoba bangkit kembali. Karena saya yakin, dunia pasti berputar. Jika saat ini hidupku terasa menyedihkan. Maka suatu saat, hidupku akan terasa indah. Penuh warna dan menikmati setiap derai senyuman disekitarku. Badai pasti berlalu. Berganti dengan mentari pagi yang menghangatkanku dan menguatkanku. Hidup tidak akan berakhir sebelum nanti kita mati. Selama masih ada mimpi-mimpi kecil meskipun terlihat usang. Maka, akan ada harapan untuk kita merasakan indahnya terbang dengan "sayap" kita sendiri. Meskipun tertatih namun pasti. Langit menunggu kita untuk menjamahnya. Oleh karena itu, apapun yang kita hadapi, meski menyakitkan dan terasa pedih, semua harus kita hadapi. jangan pernah bersembunyi. Kita harus TEGAR !!

*NOTE : Saya tidak sedang berbicara tentang cinta.
untuk ciiluve dan keluargaku disana, maafkan atas kebodohanku yang selalu bertindak ceroboh.

Post a Comment