Review FIlm Dunki, Bagus Apa Bikin Nyesel?

Review FIlm Dunki

Rencananya sih tadi saya sama istri mau nonton Jatuh Cinta Seperti di Film-Film. Di platform X banyak yang ngomongin kalau film ini bagus, bahkan ada yang sampe menobatkan ini adalah film terbaik di tahun 2023. Siapa yang nggak penasaran coba?

Jadilah siang tadi saya sama istri sengaja ke kota Tegal buat nonton film ini. Karena film ini udah diputer dari kemarin-kemarin, kemungkinan penontonnya udah nggak rame-rame banget, nggak sampe harus kehabisan tiket, apalagi ini bukan weekend. Saya jadi santai aja nggak pesen duluan tiketnya lewat online.

Nah, pas lagi di jalan saya baru ngecek jam tayang film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film adanya jam berapa aja. Saya coba ngecek di aplikasi TIX ID, tapi ternyata di CGV sama Cinepolis filmnya udah nggak ada, duuuh… jangan-jangan udah turun layar nih, saya coba ngecek di Facebook Gajahmada Cinema dan ternyata zonk juga.

Ini diluar dugaan banget, jadi bingung mau nonton apa nih jadinya, agak nyesel juga sih kenapa dari kemarin nggak nyempetin waktu buat nonton film ini. Akhirnya karena udah terlanjut otw ke kota Tegal. Saya liat-liat film yang lagi tayang hari ini barangkali ada yang menarik.

Seandainya saya dari kemarin nggak buka X, mungkin saya bakalan menetapkan pilihan langsung ke Siksa Neraka. Tapi karena saya tahu, di X banyak yang bilang kalau film ini kayak film sinetron yang ditayangin bioskop, kualitas film adzab indosiar, bahkan ada yang sampe walk out nonton film ini saking kualitasnya yang menyedihkan. Saya skip film ini. 

Pilihan berikutnya ada Panggonan Wingit, saya cek reviewnya di Youtube, banyak yang kesel juga sama film ini. Oke, skip lagi.

Ada lagi Aquaman, saya langsung skip film ini karena memang saya nggak suka sama film-film genre kayak gini. Lalu ada Layangan Putus The Movie yang lagi ada promo tiket beli 1 gratis 1. Tapi, ya… saya nggak tertarik.

Pilihannya tinggal ada Dunki, nnggg… film apalagi ini? Pas saya klik filmnya, ternyata ini film India. Saya sempat kepikiran mau nunda nonton filmnya karena emang nggak ada film yang bikin sreg, tapi saya coba dulu deh buat nyari review film Dunki di X, beberapa akun luar ada yang ngereview film ini bagus, ada yang bilang biasa aja, ada juga yang bilang layak untuk sekali tonton aja.

Saya pun nawarin film ini ke istri, minat nonton nggak? Istri tentu saja langsung oke-oke aja karena dia emang agak-agak suka film India. Karena film Dunki ini genrenya tertulis komedi, oke deh… nggak ada salahnya nonton film ini. Rating di IMdB juga saya cek lumayan tinggi, dapet nilai 7,5.

poster film dunki

Nah… sekarang saya ngomongin filmnya dulu. 

Film ini dibuka dengan seorang nenek (Manu Randhawa) yang sedang dirawat di rumah sakit diam-diam mencoba mengambil rokok dari saku celana petugas kebersihan rumah sakit. Petugas kebersihan yang menyadari rokoknya diambil langsung menegur Manu untuk tidak merokok di kamar rumah sakit. Manu pun mencoba menyogok petugas kebersihan agar diijinkan untuk merokok, namun petugas tetap bersikeras menolak dan akhirnya Manu mencoba menambah uang sogokan dengan mengubah perintah untuk membawa Manu keluar dari rumah sakit. Begitu berhasil keluar dari rumah sakit, Manu ternyata sudah berhasil melarikan diri dan bertemu dengan pengacara kenalannya lalu meminta pengacara untuk menghubungi orang bernama Hardy, yang pasti tahu cara untuk membawanya pulang ke India.

Setelah berhasil menelpon, Manu meminta bertemu dengan Hardy (Shah Rukh Khan) di Dubai dengan mengajak dua temannya, Balli dan Buggu. Kemudian cerita berjalan mundur ke tahun 1995.

Manu, Balli dan Buggu adalah orang India yang masing-masing memiliki masalah ekonomi dan ingin merubah nasib ekonomi keluarganya. Satu-satunya cara untuk bisa mengubah ekonomi keluarga mereka adalah dengan pergi ke London, Inggris. 

Sayangnya, cara untuk pergi ke Inggris tidaklah mudah karena mereka harus memiliki visa. Untuk bisa punya visa, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Mereka bertiga pun mencari agen yang bisa membuatkan mereka visa dengan jalan pintas. 

Manu harus paham makna-makna gulat karena akan dibuatkan visa sebagai atlit cadangan gulat, sementara Balli dan Buggu akan dibuatkan visa melalui jalur pernikahan dengan gadis inggris dan sebagai dokter (kalo nggak salah, tapi intinya gitu).

Hardy, mantan tentara yang datang ke Laltu karena ingin mengembalikan alat pemutar musik milik seseorang yang pernah menyelamatkan hidupnya saat peperangan dulu, mampir di sebuah tempat makan dan melihat keramaian Manu yang sedang bekerja sebagai pelayan disitu. 

Manu dimarahi oleh pemilik tempat makan karena mengajak dua temannya (Balli dan Buggu) untuk duduk di tempat makan tersebut, selain itu Manu juga terlalu baik sama pelanggan, dengan santainya mau mengganti makanan pelanggan dengan yang baru. 

Dunki

Hardy yang sedang duduk di tempat makan terpukau dengan keberanian Manu berdebat dengan pemilik tempat makan yang galak. Saat pemilik tempat makan mau berbuat kasar sama Manu, Hardy langsung datang menolong Manu dengan membanting pemilik tempat makan. Manu yang melihat Hardy jago banting-membanting langsung meminta tolong ke Hardy untuk mengajarinya gulat karena salah satu syarat untuk memiliki visa dari si Agen, Manu harus ngerti istilah-istilah dalam gulat.

Setelah susah payah belajar dan Manu berhasil menguasai gerakan-gerakan gulat. Manu langsung menuju ke kantor agen tersebut bersama dua temannya, tapi begitu masuk ke tempatnya. Kantor udah kosong dan mereka sadar kalau udah ditipu.

Hardy yang melihat ketiga orang ini udah putus asa, berinisiatif untuk membantu mereka bertiga mendapat visa. Salah satunya adalah dengan jalur pendidikan, untuk itu mereka harus bisa menguasai bahasa inggris lebih dulu.

Dalam perjalanannya belajar bahasa inggris ini, ada salah satu teman laki-laki bernama Sukhi yang belajar bahasa inggris karena ingin segera menuju Inggris untuk menyelamatkan kekasih hatinya yang dipaksa menikah dengan orang Inggris. Di sana kekasih hatinya menderita karena mendapat perlakuan kasar dari suaminya. Sukhi bertekad untuk datang ke Inggris menjemput, namun terhalang kemampuannya memahami bahasa inggris yang membuatnya tidak berhasil mendapat visa.

Setelah 90 hari belajar bahasa inggris, mereka harus ikut tes IELTS untuk bisa mendapatkan pengakuan mahir berbahasa inggris. Meskipun sudah mendapat trik dari Hardy, nyatanya hampir semua yang ikut tes gagal. Ajaibnya, hanya Balli yang saat itu berhasil dan dia pun mendapat visa untuk pergi ke inggris.

Sukhi yang gagal, semakin frustasi karena keinginannya untuk menjemput kekasih hatinya harus tertunda. Hardy mencoba menenangkan Sukhi dengan mengatakan Balli yang akan menjemput kekasihnya dan segera mengabarinya.

Beberapa hari kemudian sebuah telepon masuk dari Balli di Inggris yang mengabari kekasih hati Sukhi bunuh diri setelah mengetahui Sukhi gagal menjemputnya karena tidak memperoleh visa. Mendengar kekasihnya bunuh diri, Sukhi kehilangan semangat hidup dan menyiram dirinya dengan minyak kemudian membakar diri.

Dari kepedihan ini, Hardy akhirnya mengajak teman-temannya untuk menuju ke Inggris tanpa visa dengan jalur DUNKI. Jalur imigran gelap melalui daratan dan lautan yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan. 

Review film Dunki

Adegan selama DUNKI ini adalah adegan yang paling keren dan menegangkan menurut saya. Mereka benar-benar harus bertahan hidup dari tentara penjaga di tiap-tiap negara dengan medan perjalanan yang ekstrem bahkan hampir seperti neraka. Selama Dunki pula, Hardy sekuat tenaga berusaha melindungi Manu dari segala bahaya di sekitarnya.

Pada akhirnya, mereka berhasil sampai di Inggris. Namun, sayangnya kesuksesan yang mereka harapkan tidak berjalan sesuai kenyataan. Mereka justru harus hidup di kontrakan dengan imigran gelap lainnya, bersembunyi dari polisi, hingga jadi pengemis.

shah rukh khan dunki

Selanjutnya, perjuangan mereka untuk bisa sukses atau enggaknya di London, bisa kalian tonton sendiri filmnya.

Awal-awal cerita, butuh waktu buat saya beradaptasi sama film ini, karena ini adalah film india yang pertama kali saya tonton di bioskop. Saya bahkan menonton film ini tanpa tau sinopsisnya seperti apa, yang saya tahu.. beberapa orang nge-review film ini bagus dan film ini udah ditunggu-tunggu banget sama banyak orang.

Sebagai orang awam yang ketika nonton film tujuannya hanya untuk mendapatkan hiburan. Buat saya film ini tuh bagus banget. Dengan durasi 2 jam 40 menit, saya justru berharap film ini jangan cepat-cepat selesai, beneran nggak kerasa nonton film dengan durasi selama itu. 

Masalah akting pemain, biarlah orang yang lebih ngerti yang ngomentarin. Kalau buat saya sih, film ini emang benar-benar bikin campur aduk. Beberapa adegannya sukses membuat saya benaran ketawa lepas. Nggak cuma itu, film ini juga berhasil bikin deg-degan juga bikin nyesek.

Film ini intinya nyeritain tentang perjuangan para imigran gelap yang berjuang untuk bisa menuju negara Inggris dengan harapan ingin mengubah nasibnya. Demi bisa menuju negara tujuannya, mereka rela mengarungi perjalanan yang tidak mudah bahkan sampai harus mempertaruhkan nyawa. Di akhir film, diberi cuplikan dokumentasi gambar asli para imigran gelap yang ‘gagal’ menuju negara impiannya. Beberapa ada yang meninggal di jalan, terluka di perjalanan hingga tertangkap tentara perbatasan. 

Hari ini sepertinya saya sedang beruntung, nggak bisa nonton film Jatuh Cinta Seperti di film-Film karena ternyata filmnya udah turun layar. Ketika dengan terpaksa memilih DUNKI daripada nggak jadi nonton sama sekali, ternyata filmnya justru benar-benar memuaskan untuk ditonton. 

Trailer Film Dunki

Posting Komentar

9 Komentar

  1. Mengubah nasib menjadi migran gelap ke Inggris? Insyaallah berhasil. Tetapi harus tahan banting? Filmnya pasti seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget sih, bu ini filmnya... tapi kalo pemerannya diganti etnis Rohingya, di mata netizen belum tentu seru😁

      Hapus
  2. Eh Skr ini film India emang udh bagus2 bangeeeet mas. Pokoknya sejak slumdog millionaire kluar, aku tuh jadi sukaaa nonton film India πŸ‘. Yg di Netflix juga banyak yg bagus. Intinya udh ga nari2 meluk pohon deh hahahah.

    Dulu kan paling sebel ya Ama adegan ga masuk akal, kena tembak malah nari dulu lah, atau polisi yg selalu telat, sebel aku. Tapi setelah lama2 kualitasnya jadi oke, malah suka aku tonton hahahah

    Yg dunKi belum liat nih. Moga2 aja ntr masuk Netflix juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah iya mbak fanny bener banget, dulu film india banyak yang ngeselin ya haha ..

      Tapi yang ini walaupun ada joget-jogetnya porsinya nggak berlebihan kok, jadi emang beda sama film india jaman dulu

      Hapus
  3. Film India itu dimata saya identik dengan nari nari nehi nehi. Ternyata banyak juga yang bagus dan nggak pakai tarian. Tinggal pilih-pilih. Yang ini sepertinya menarik bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak, di pikiran saya juga identiknya sama joged-joged, ini karena kepepet aja akhirnya nonton dan bagus ternyata

      Hapus
  4. Sebuah kisah yang menyentuh dan menghibur tentang petualangan unik seorang celeng. Dibalut dengan kecerdasan cerita dan pesan mendalam, 'Sebuah Kisah Tentang CELENG' memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Saya terkesan dengan cara cerita ini mengajarkan nilai-nilai kehidupan melalui karakter celeng yang penuh daya tarik. Sukses menggambarkan keceriaan dan kebijaksanaan, kisah ini membawa tawa sekaligus inspirasi. Sungguh sebuah persembahan menarik yang mengingatkan kita bahwa pelajaran berharga bisa datang dari mana saja, bahkan dari seorang celeng. Bravo! formal shoes in Pakistan

    BalasHapus