Namanya kuliah, pasti ada saat-saat dimana kita harus melakukan yang namanya presentasi. Iya, presentasi. Menyampaikan suatu materi di depan teman-teman sekelas dengan gaya yang dipaksakan terlihat elegan dan percaya diri, kemudian akhirnya diserang teman-temannya dengan berondongan pertanyaan seputar materi. Kenapa sih, kuliah harus ada presentasi? Ya.. kalo bukan dosen, siapa lagi yang bakalan nyuruh mahasiswa bikin makalah, bikin powerpoint, terus ngejelasin di depan temen-temen sambil nengok-nengok LCD.



Ilustrasinya emang agak maksa dan gak menarik, kalian yang tabah ya ngeliatnya

Lebih spesialnya, kalo kita lagi presentasi dengan segenap hati dan perasaan setelah malam sebelumnya mati-matian ngapalin materi. Eh ternyata dosennya cuma bisa ngeliatin dengan ekspresi datar dan tatapan bosen, kadang acuh tak acuh, kadang mainan hape, kadang malah ketiduran. Yah, gak bakalan jauh-jauh dari itulah. Jadi heran, apa sebenernya tujuan presentasi di kelas kalo dosennya enggak merhatiin.

Di kampus gue, presentasi itu punya bobot nilai yang lumayan, walaupun bobotnya enggak seberat Haji Sulam seminggu setelah ngelakuin diet OCD. Tapi setidaknya bobot nilainya bisa bikin mahasiswa tergiur. Mungkin gue perlu luruskan, bikin ‘beberapa’ mahasiswa tergiur.

Bobot nilai yang dosen janjikan enggak hanya disajikan buat mahasiswa yang presentasi aja tapi juga buat teman-teman sekelas lainnya. Jadi, kalo presentasi bagus, nilainya bagus. Sedangkan, kalo ada mahasiswa yang aktif di kelas dengan bertanya (diutamakan berhasil membuat yang presentasi tidak berkutik) juga bakalan dapet nilai dari dosennya.

Nah... karena bobot nilai itulah, ada beberapa mahasiswa yang dengan gigih pengen keliatan eksis buat ngedapetin nilai tersebut, dan... karena ada presentasi dilain hari dari kelompok lain, ada juga mahasiswa yang bersikap santai nanggepinnya. Karena ada kesempatan dilain waktu.

Dari kedua spesies tersebut gue coba buat mengklasifikasikannya lebih spesifik lagi. Untuk lebih jelasnya gue bakalan jelasin beberapa tipe-tipe mahasiswa saat kuliah ada presentasi, cuuuz:

1. Malaikat Pencabut Nyawa
Mahasiswa tipe ini adalah tipe yang sangat tidak disukai teman-temannya. Tipe ini memang termasuk golongan minoritas di kelasnya, tapi dengan jumlah yang tidak banyak, mahasiswa tipe ini punya pengaruh yang sangat besar terhadap kemaslahatan umat mahasiswa bersama.

Cukup dua atau tiga mahasiswa seperti ini di kelas, mereka yang presentasi di depan bisa sampe pipis berdiri ngeladeninnya. Yak, tipe niat banget seperti ini emang tipe yang gak kenal menyerah. Ngajuin pertanyaan, dijawab sama yang lagi presentasi, enggak puas, tanya lagi, dijelasin lagi, enggak puas lagi, dijawab lagi, enggak puas lagi. Begitu seterusnya sampai mahasiswa yang presentasi meregang nyawa. Sadis... Mereka seharusnya tau bahwa mahasiswa yang lagi presentasi itu bukan alat pemuas.

Mahasiswa tipe seperti ini cenderung tidak pernah memikirkan bahwa hukum karma itu ada. Tidak pernah memikirkan perasaan yang presentasi, tidak pernah berhenti mencari kesalahan yang ada. Bagi mereka, dengan berbuat demikian yang penting mereka bisa terlihat pinter. Terlihat jenius. Terlihat aktif. Padahal kenyataannya, semesta sama sekali tidak mengharapkan kehadirannya.

2. Santai di Lantai
Mahasiswa tipe ini adalah tipe yang simpel, entah mendengarkan presentasi temannya atau cuma baca-baca fotocopy-an makalah yang dibagiin, yang jelas tipe-tipe ini masih ada keinginan untuk berpartisipasi mengajukan pertanyaan. Bagi tipe-tipe seperti ini, yang penting nama mereka dicatet dosen lalu dapet nilai plus karena udah bertanya.

Pertanyaan yang diajukan juga biasanya teoritis. Contohnya, seperti ini, "Untuk menggali kecerdasaan anak lebih dalam, guru perlu mengeksplor pengetahuan siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang sifatnya memancing, dari kalimat tersebut yang ingin saya tanyakan adalah, apa sih mengeksplor itu?"

Sederhana sekali, pemirsa...

Setelah berhasil mengajukan pertanyaan dengan apa adanya, biasanya mahasiswa tipe ini udah enggak tertarik lagi dengan presentasi yang ada. Bahkan ketika pertanyaannya dijawab pun, mahasiswa tipe ini udah enggak peduli, intinya dia udah ngajuin pertanyaan, namanya udah dicatet dosen, udah gitu aja.

Terus maksudnya santai di lantai apaan? Sebenernya sih yang ‘lantai’ itu cuma tambahan dari gue aja biar keliatan lebih menarik. Buat pantes-pantesan aja.

3. Cuek Lecek
Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang populasinya paling banyak di kelas. Mau temennya presentasi kek, mau temennya debat kek, mau temennya pipis sambil berdiri gara-gara dibantai temennya kek, mahasiswa tipe ini gak peduli. Baginya, berangkat kuliah, tanda tangan absen kehadiran. Itu udah lebih dari cukup. Yang lainnya, terserah. Simple is never flat.

Biasanya mahasiswa yang cuek juga kebanyakan mukanya lecek-lecek, kayak enggak keurus. Gimana enggak lecek, hidupnya kebanyakan cuek, enggak sempet ngurusin diri sendiri. Saking cueknya biasanya kalo lagi boker terus e’eknya jatuh di lubang yang salah, mahasiswa tipe ini cuek-cuek aja.

Iya gitu deh, tapi bukan berarti muka mereka yang lecek kayak gue loh. Mentang-mentang ngebahas lecek.

4. Peri Baik Hati
Mahasiswa tipe ini, adalah mahasiswa idola bagi mahasiswa yang lagi terdesak di depan waktu sesi tanya jawab. Kehadirannya tidak bisa ditebak, tapi saat keadaan sudah memasuki fase sakaratul maut, maka mahasiswa ini akan mengangkat tangannya, kemudian bilang, "Semriwing.. Semriwing.. Semriwiiiiiing..." Lalu cahaya terang keluar menyelimuti tubuhnya, matanya memancarkan cahaya yang meneduhkan.

Kemudian dengan lugasnya, mahasiswa tipe ini akan membantu memberikan jawaban kepada yang membutuhkan agar perdebatan segera berakhir. Gak jarang, mahasiswa yang lagi presentasi di kelas sampai menangis terharu oleh pertolongannya.

5. Dibalik layar
Mahasiswa tipe ini, termasuk mahasiswa yang berbudi pekerti luhur, tidak nakal, tidak sombong, namun sayang tidak rajin membantu orang tua. Tidak apa-apa, deh.

Disaat sebagian populasi mahasiswa di kelas sedang sibuk mencari tambahan nilai dengan membuat pertanyaan-pertanyaan alakadarnya buat diajukan, mahasiswa ini justru bersikap tenang di segala cuaca, biasanya mahasiswa tipe ini justru membagi-bagikan pertanyaan untuk diajukan kepada teman-temannya yang membutuhkan, pertanyaannya logis dan tentunya bonus pawang hujan. Sayang, semakin hari populasi mahasiswa seperti ini semakin berkurang. Entah apa penyebabnya.


Demikian tipe-tipe mahasiswa versi gue saat ada temennya lagi presentasi di kelas. Ini semua gue dapetin, setelah empat tahun 'lebih' gue menjabat status mahasiswa. Kalau mungkin ada yang kurang dari penjelasan gue di atas, atau mungkin kalian menemukan tipe-tipe lainnya. Silakan lanjut di kotak komentar ya...