Ada Celeng Maen Angklung

Akhirnya terlaksana juga, acara yang udah seminggu lalu tertunda. Resital musik angklung. Seperti yang udah gue ceritain pada postingan sebelumnya. Kelas gue 5D PGSD, akan menampilkan resital musik angklung dan paduan alat musik lainnya. Sebagai Celeng sejati (kalo belum tau apa itu CELENG baca postingan saya terdahulu berjudul Sebuah Kisah Tentang Celeng.
    
Beberapa hal yang luar biasa dari kelas gue ini adalah yang pertama kelas gue latihan hanya sebanyak lima kali saja, bener-bener waktu yang singkat. Ditambah lagi kelas kami latihan tanpa sekalipun didampingi sama dosen mata kuliah yang kelihatannya tidak mau bersusah payah membimbing mahasiswanya. Awalnya ini jadi masalah banget buat gue dan temen-temen, kami sempat pesimis karena kami disini semua amatiran. Tapi, daripada nyerah sebelum bertanding. Berbekal semangat untuk menunjukan diri sebagai kelas yang kompak dan atraktif. Kami pun berjuang dan berlatih tanpa didampingi dosen mata kuliah. Semuanya kami kerjakan sendiri, Mulai dari mencari partitur lagu. Pembagian job, menentukan suara dua. Pianika, dan yang paling susah mengaransemen lagu.
CELENG dan DOSEN Seni Musik

DOsen Gaul Ikut Narsis


Satu lagu bebas bejudul "ambilkan bulan bu". Kami coba aransemen dengan memasukkan unsur musik Reggae dan rock beat. Dan hasilnya = SUKSES !!. Ga nyangka waktu giliran kita tampil, kelas gue bisa tampil dengan begitu tenang dan bersih. Kesalahan-kesalahan waktu latihan sukses diminimalkan. Ini semua berkat kerja keras dari teman-teman satu kelas.

Tanpa mengecilkan kreatifitas dari kelas lainnya, gue yakin kelas D lah yang paling kreatif. hahahaha. (kelas lainnya ga usah protes.blog gue suka-suka gue mau nulis gimana). Karena apa? sudah jelas sekali sodara-sodara. Cuma kelas D yang berhasil memasukkan unsur musik reggae dan beat ke dalam satu lagu. Kalo kelas-kelas yang lain sih, mereka lebih milih cari amannnya saja. Jadi membawakan lagu  dengan apa adanya, tanpa ada improvisasi. Emang ada satu kelas yang niatnya mau aransemen lagunya jadi dangdut. Tapi hasilnya, ACAKADUT. Mainnya ga kompak sama sekali.
    
Oh ya, kostum kelas kami waktu tampil adalah jaket kelas kami warna merah. jaket yang sudah dipakai buat KKL ke Bali serta touring ke Jogja. Ini adalah jaket kebanggan kelas kami, Karena belum ada kelas lain yang bisa buat jaket kaya kelas gue ini. Kompak  banget kan kelas gue. hahaha
    
Resital musik angklung kali ini sekali lagi menjadi  bukti bahwa kelas gue bukanlah kelas yang dulu. Ya, dulu kelas gue sempat dipandang sebelah mata dengan segala permasalahan terhadap dosen, komting yang memilih pindah kelas karena merasa tidak dianggap sama teman sekelasnya dan lain-lain. Tapi sekarang, semua sudah berlalu. Kelas D yang sekarang adalah kelas yang luar biasa, kelas yang hebat. Gue berani jamin cuma kelas D yang bisa sekompak ini. Kekompakan yang tidak akan lama lagi karena beberapa tahun lagi mungkin kami sudah mulai sibuk dengan PPL,Skripsi sampai akhirnya harus WISUDA. Untuk sekarang ini, kami hanya coba untuk nikmati kebersamaan yang ada. Sampai nantii saat itu tiba.

Post a Comment