Aktivis Kebelet Vivis


Semenjak gue masuk dunia perkuliahan, gue telah meyakinkan diri dan memantapkan hati untuk masuk ke dunia peraktivisan. Ya, aktivis mahasiswa.Eh, tapi tunggu dulu, kalian pasti langsung berpikiran kalo aktivis itu kerjaannya Cuma satu: DEMO. Hentikan pemikiran-pemikiran seperti itu.

Sedikit meluruskan nama baik para aktivis yang tersebar diluar sana. Aktivis itu sebuah pilihan hidup. Tidak ada paksaan untuk menjadi seorang aktivis. Seperti sun go kong yang senantiasa menemani tong sam chong ke barat mengambil kitab suci. Ga dapet bayaran, ga dapet jatah pisang tiap hari dia enjoy aja.

Nah, aktivis itu berasal dari kata dasar aktiv dan vis. Bisa ditarik benang merah antara aktiv dan vis. Berarti maksudnya aktiv vivis. Itulah, aktivis berarti para mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk pipis daripada kuliah. Ga pecaya ? gue juga gak percaya.

Ngemeng-ngemeng. Cita-cita mulia gue jadi aktivis itu karena gue pengen punya pengalaman lebih dari sekedear jadi mahasiswa biasa-biasa saja atau yang lebih populer disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Ada-ada saja, besok gue mau mempopulerkan istilah yang mewakili gue banget serta kaum-kaum borjuis berkedok (mahsiswa yang kelihatannya gaul gila tapi aslinya uang sakunya Cuma cukup buat makan mie rebus tiap hari). Yaitu mahasiswa kutang (kuliah ngutang-kuliah ngutang) wooow, deliciouuus ... gue yakin golongan ini bakalan eksis dan setiap detiknya bakalan dipenuhi para pengunjung yang mengantri untuk ngutang. Pertanyannya : kepada siapakah mereka akan mengutang ? bukan urusan gue.

Omong-omong soal aktivis, gue bukan tipe seorang aktivis yang harus memindahkan seluruh barang gue ke gedung PKM, semacam bescemp buat para aktivis kampus. Ya, beberapa mereka yang terlalu ekstrim dan begitu mencintai dunianya, rela jadi penghuni PKM. Makan, tidur, minum, ngupil, shampoan. Semuanya mereka lakukan di PKM. Beri applause untuk mereka atas dedikasinya merawat dan menghuni PKM.*prok prok prok...cwiiii wwwit*. Bisa aja akhirnya mereka nikah, keluarganya diboyong ke PKM semua. Menjalani biduk rumah tangga yang harmonis serta kembang kempis..uuuuch to tweeeet ...^0^

Nah gue termasuk tipe yang biasa-biasa saja. Ga terlalu gila juga ga cuma nampang nama aja di organisasi yang gue ikutin. Pengalaman yang paling nohok, mengharukan, melemaskan, mengkakukan, mengatang-ngatangkan, entah apalah istilahnya, gue ga bisa menggambarkan perasaan saat itu. Bangga? dikit. Biar tambah menjiwai, dikiiit. Shocknya berapa lapis ? ratuusaaan, lebiiih.

Waktu itu gue lagi di BEM FIP (badan eksekutif mahasiswa fakultas ilmu pendidikan) kebetulan kampus gue lagi jadi tuan rumah buat acara IMAKIPSI. Semacam oraganisasi perkumpulan mahasiswa fakultas ilmu pendidikan se indonesia gitu, tapi kalo ini tingkatnya jawa tengah dan DIY.

Dan tujuan dari kampus gue itu buat memilih koordinator daerah Jateng & diy tersebut. Acara yang berlangsung selama tiga kali puasa tiga kali lebaran tersebut, mungkin aja bang toyib ga pulang-pulang ke rumah gara-gara ikutan ne acara.

Dengan diikuti beberapa universitas, gue yang waktu itu jadi ketua panitia acara, jadi lebih sibuk, jarang ikut sidangnya. Bisa dikatakan hampir ga pernah ikut. Namun, malam terakhir.  Ketika Sidang pemilihan kordinator Jateng&Diy gue yang iseng-iseng liatin dibelakang tiba-tiba dicalonin sama ketua bem fip gue. Dooor ! meletus balon hijau, hatiku sangat kacau..

Gue teriak histeris. Apppaaaaah !!!, tiiidddaaaak !!.
Gue spechless. Tapi tetep  coba buat tegar. Okelah gak papa, buat pantes-pantes, paling gak kepilih.

Gue maju, ngomongin visi-misi seadanya, nginget-nginget di proposal acara gue. Calon yang satunya waktu itu dari UNS Solo.
Dan tibalah saaat pemilihan , dengan sistem tertutup.
Gue deg-deg an, was-was . apapun hasilnya gue lebih milih gue gak jadi.
Itu sih bukan apapun hasilnya.
Ternyata takdir berkata lain.
Gue kepilih...
GUE KEPILIH !!!
Ooooh ...

Dunia seakan berhenti berputar, gue kejang-kejang. Dan para peserta malah mengira gue lagi breakdance, mengekspresikan kegembiraan gue. mereka malah riuh rendah tepuk tanganin gue. (gak dink :P)
Gue lemes,, gue tahu hidup gue setelah ini ga bakal jadi kaya biasa.

Dan lebih dahsyat lagi, gue disuruh orasi didepan forum. Ini bukan gue banget! Gue belom siap buat ngemban amanah yang mahabesar ini.
Gue komat-kamit sambil berbisik pelan “MENGHILANG!” , “MENGHILANG!”.
Sia-sia....
Gue tetep aja ada disitu, kayaknya gua emang ga bisa lari dari kenyataan.

Oke, ini bakal gue hadapi. Hasilnya, Malam itu gue orasi ancur-ancuran. Swer! Rasanya kaya orang ngomong ga jelas lagi kebelet pipis. Pengen buru-buru selese. Meledaklah tawa penuh keprihatinan dari segala penjuru ruangan. Bahkan gue sempet liat dipojok ruangan ada gerombolan tikus lagi guling-guling mulut mangap-mangap ga jelas megangin perutnya. Gue mendiagnosa kalo tu tikus-tikus keracunan kebanyakan makan sambal terasi campur jus mengkudu. Tapi ternyata gue sadar. Tu tikus-tikus lagi nertawain gue! Gila mpe segitunya lu kus! Kalo aja gue udah menguasai jurus pamungkasnya Raditya Dika. PURA-PURA MATI. Mungkin hidupku akan tenang disana. Satu jaaaaam sajaaaaa.

Huuuuft -_-. Biarlah dan yang terjadi terjadilah. semuanya tidak dinilai hanya dari sekedar orasi saja. Gue coba menghibur diri. Setelah gue nenggak racun serangga tapi ga ngefek sama sekali. Ini udah takdir. 

Walaupun  gue tahu, ini ga akan mudah. Tapi, gue yakin bisa! Itu yang terpenting, harus optimis. Selain itu, gue gak sendirian. Ada banyak teman-teman perjuangan yang selalu siap membantu. Tidak ada alasan untuk lari dari kenyataan. Malam itu gue teriakkan berulang-ulang dalam hati gue.
TOTALITAS UNTUK PENDIDIKAN!!!

Aktivis kebelet vivis lagi orasi

Posting Komentar

2 Komentar

  1. hagzhagzhagz , ini cerita beneran ?
    unik banget deh :D :D

    BalasHapus
  2. xixixi , ternyata pak koRda begiTu ya. Lebay banget. jd pingin ketwa terus.

    BalasHapus