(Bukan) Wisuda Kita Bersama

Senin, 23 Desember 2013. Akhirnya gue wisuda dengan elegan...


Prosesi khidmat wisuda gue berjalan dengan meninggalkan kesan sebagai mahasiswa ajaib yang skripsinya bisa selesai pada detik-detik terakhir penutupan untuk pemberkasan wisuda. Banyak temen-temen gue yang enggak percaya dengan pencapaian gue. Bahkan gue sendiri masih sulit mempercayai keajaiban ini. Saat itu, gue memang udah pasrah kalo gue bakalan wisuda bulan April 2014 nanti. Tapi ternyata... Tuhan memberikan kejutan untuk gue di bulan Desember. Sayangnya, gue diwisuda dalam keadaan wajah masing enggak ganteng.

Gue sendiri sadar, gue enggak bakal bisa pake toga di bulan Desember ini tanpa dukungan dan semangat dari mereka yang ada di sekitar gue. Temen-temen seangkatan senasib sepenanggungan, dan temen sesama aktivis yang selalu support gue dengan sentilannya. Dan yang utama support dari pacar dan juga orang tua.

Tragedi Bodoh Topi Toga

Ternyata walaupun skripsi udah selesai, perjalanan gue menuju wisuda masih harus menemui jalan terjal lainnya.
Hari Kamis kemarin gue baru aja ngambil toga. Yah... pada akhirnya, kesempatan untuk menyentuh sebuah benda yang sakral itu pun datang juga. Merasa akan mengalami insiden berdesak-desakan saat pengambilan toga nanti. Gue pun sengaja untuk berangkat ke kampus siang hari, sengaja banget biar momen-momen rebutan toga bagi para mahasiswa yang enggak sabaran udah mereda. 

Pukul 9 pagi gue berangkat ke kampus dan langsung menuju ke gedung parkir di bawah masjid kampus. Gue udah nyantai banget, sampai akhirnya gue kaget melihat antrian para pengambil toga yang bikin selangkangan sampe gemeter ngebayangin gimana indahnya ada di tengah-tengah mereka. Di dalam ruangan pengap yang cukup memprihatinkan, ternyata penderitaan mahasiswa tingkat akhir masih belum berakhir. Mungkin buat para jomblo, momen seperti ini surga banget. Bisa berdesak-desakan diantara cewek-cewek walaupun kadang bisa apes malah justru berdesak-desakan di kerumunan para cowok.

Gue yang merasa udah terlanjur kering sampai di tujuan dan merasa kemeriahan ini enggak ada akhirnya. Dengan sukarela ikut berbaur di kerumununan mahasiswa tingkat akhir yang bentar lagi udah pada mau jadi sarjana. Perlahan-lahan gue maju.. maju lagi, lebih maju lagi... dan sekarang gue jadi dipepet kanan kiri depan belakang. Gue mulai pasrah, mencoba berpikir bahwa ini adalah salah satu bagian dari perjuangan demi sebuah toga. Yang penting enggak harus sampai bimbingan dan ngerevisi skripsi, buar gue itu tantangan yang enggak seberapa.

Ratusan butir keringat mulai menampakkan dirinya. Entah pada orang yang jidatnya lebar atau pada orang yang berjilbab. Semuanya mendapat kesempatan yang sama untuk berkeringat. Aroma tajam mulai memukul kedua lubang hidung gue yang dipenuhi upil. Gue mulai kewalahan untuk mencoba tetap pada keadaan sadar. 

Sementara cewek-cewek yang ukurannya minimalis. Tinggi banget enggak, pendek banget iya, mulai memberontak. Mulai berteriak nanar, terhimpit tapi enggak terinjak. Gue sangat memahami penderitaan mereka. Karena tingginya yang enggak seberapa, otomatis posisi mereka sejajar dengan ketek orang-orang berbadan tinggi. Mereka begitu tersiksa, begitu menderita. Dalam keadaan seperti itu, gue berharap bahwa hujan bisa menghapus aroma keringat hari ini. Sayangnya gue baru sadar, kalo pembagian toga ini ada di dalam ruangan.

Tips Gaul Agar Skripsi Lancar

Skripsi itu sama seperti anak yang tidak diharapkan kehadirannya oleh orang tuanya. Iya... bagi mahasiswa tingkat akhir, bertemu dengan skripsi memang menjadi permasalahan yang kronis dan cenderung menyedihkan. Hari-hari menegangkan dan mencengangkan mau gak mau harus dihadapi selama proses menyelesaikan skripsi. Menegangkan saat bimbingan skripsi karena siapa tau aja bakalan ditanyain macem-macem sama dosen pembimbing. Mencengangkan karena melihat coretan dosen pembimbing pada skripsi yang harus direvisi hampir di seluruh halaman.

 
Gue, sebagai mahasiswa yang pernah merasakan berbagai macam penderitaan skripsi mulai dari ngeprint puluhan lembar skripsi ternyata salah halaman sampai harus berangkat jam lima pagi ke kampus demi mendahului dosen pembimbing gue, punya beberapa tip untuk kalian para calon penderita skripsi biar skripsinya lancar. Skripsi gue emang gak mulus-mulus amat, tapi bukan berarti tip gue gak ada artinya. Jangan salah paham dulu, justru dari pengalaman-pengalaman gue yang berharga, gue bisa berbagi tip ini. Dijamin deh, kalian bakalan lancar ngerjain skripsi nantinya. Eh tapi enggak dijamin juga sih, sebenernya. Insya Allah aja deh.
                             
Nah.. coba simak deh:

November Ajaib

Bagi gue, bulan November adalah bulan terbaik dalam tahun 2013 yang gue jalanin, walaupun Desember tahun ini belum habis dan gue gak tau kejutan apa yang akan datang di depan gue. (Kalo Desember gue dapet pacar, gue ralat bulan terbaiknya.. Sungguh).

Gue sempet ngebayangin tanpa adanya bulan November, pasti saat ini tiap bangun tidur gue masih kena serangan semacam asma di pagi hari. Ya, bangun tidur kepikiran skripsi itu nyesek. Bonusnya, tiap boker gue sering sambil nangis. Klimaksnya gue mandi, keramas sambil nahan hati yang pedih. Juga sambil nikmatin rambut yang rontoknya makin parah gara-gara kepikiran skripsi. Gue semakin susah nyari jodoh rambut gara-gara skripsi.

Di bulan November kemarin, banyak hal keren yang terjadi sama gue. Bukannya gue enggak pernah ngalamin kejadian yang keren. Tapi, bulan November kemarin gue ngalamin hal keren enggak cuma sekali tapi secara berturut-turut. Bukankah itu keren?

November bener-bener udah bikin gue bahagia dan bernafas lega. Tukang batagor depan kampus menyadari itu, satpam kampus menyadari itu, temen-temen juga menyadari itu. Dan dari temen-temen yang menyadari itu kebanyakan enggak terima dengan keajaiban yang gue terima. Iya, gue menyadari itu..

Berikut ini hal-hal indah yang terjadi sama gue selama November, emang sih gue enggak dapet hadiah undian umroh gratis. Yah... namanya juga mahasiswa, gue bukan tukang bubur yang bakalan naik haji gara-gara dapet lotre. Tapi, hal-hal keren ini sanggup bikin gue mendesah pasrah namun bahagia.. Simak deh: