(Bukan) Wisuda Kita Bersama

Senin, 23 Desember 2013. Akhirnya gue wisuda dengan elegan...


Prosesi khidmat wisuda gue berjalan dengan meninggalkan kesan sebagai mahasiswa ajaib yang skripsinya bisa selesai pada detik-detik terakhir penutupan untuk pemberkasan wisuda. Banyak temen-temen gue yang enggak percaya dengan pencapaian gue. Bahkan gue sendiri masih sulit mempercayai keajaiban ini. Saat itu, gue memang udah pasrah kalo gue bakalan wisuda bulan April 2014 nanti. Tapi ternyata... Tuhan memberikan kejutan untuk gue di bulan Desember. Sayangnya, gue diwisuda dalam keadaan wajah masing enggak ganteng.

Gue sendiri sadar, gue enggak bakal bisa pake toga di bulan Desember ini tanpa dukungan dan semangat dari mereka yang ada di sekitar gue. Temen-temen seangkatan senasib sepenanggungan, dan temen sesama aktivis yang selalu support gue dengan sentilannya. Dan yang utama support dari pacar dan juga orang tua.

Tragedi Bodoh Topi Toga

Ternyata walaupun skripsi udah selesai, perjalanan gue menuju wisuda masih harus menemui jalan terjal lainnya.
Hari Kamis kemarin gue baru aja ngambil toga. Yah... pada akhirnya, kesempatan untuk menyentuh sebuah benda yang sakral itu pun datang juga. Merasa akan mengalami insiden berdesak-desakan saat pengambilan toga nanti. Gue pun sengaja untuk berangkat ke kampus siang hari, sengaja banget biar momen-momen rebutan toga bagi para mahasiswa yang enggak sabaran udah mereda. 

Pukul 9 pagi gue berangkat ke kampus dan langsung menuju ke gedung parkir di bawah masjid kampus. Gue udah nyantai banget, sampai akhirnya gue kaget melihat antrian para pengambil toga yang bikin selangkangan sampe gemeter ngebayangin gimana indahnya ada di tengah-tengah mereka. Di dalam ruangan pengap yang cukup memprihatinkan, ternyata penderitaan mahasiswa tingkat akhir masih belum berakhir. Mungkin buat para jomblo, momen seperti ini surga banget. Bisa berdesak-desakan diantara cewek-cewek walaupun kadang bisa apes malah justru berdesak-desakan di kerumunan para cowok.

Gue yang merasa udah terlanjur kering sampai di tujuan dan merasa kemeriahan ini enggak ada akhirnya. Dengan sukarela ikut berbaur di kerumununan mahasiswa tingkat akhir yang bentar lagi udah pada mau jadi sarjana. Perlahan-lahan gue maju.. maju lagi, lebih maju lagi... dan sekarang gue jadi dipepet kanan kiri depan belakang. Gue mulai pasrah, mencoba berpikir bahwa ini adalah salah satu bagian dari perjuangan demi sebuah toga. Yang penting enggak harus sampai bimbingan dan ngerevisi skripsi, buar gue itu tantangan yang enggak seberapa.

Ratusan butir keringat mulai menampakkan dirinya. Entah pada orang yang jidatnya lebar atau pada orang yang berjilbab. Semuanya mendapat kesempatan yang sama untuk berkeringat. Aroma tajam mulai memukul kedua lubang hidung gue yang dipenuhi upil. Gue mulai kewalahan untuk mencoba tetap pada keadaan sadar. 

Sementara cewek-cewek yang ukurannya minimalis. Tinggi banget enggak, pendek banget iya, mulai memberontak. Mulai berteriak nanar, terhimpit tapi enggak terinjak. Gue sangat memahami penderitaan mereka. Karena tingginya yang enggak seberapa, otomatis posisi mereka sejajar dengan ketek orang-orang berbadan tinggi. Mereka begitu tersiksa, begitu menderita. Dalam keadaan seperti itu, gue berharap bahwa hujan bisa menghapus aroma keringat hari ini. Sayangnya gue baru sadar, kalo pembagian toga ini ada di dalam ruangan.

Tips Gaul Agar Skripsi Lancar

Skripsi itu sama seperti anak yang tidak diharapkan kehadirannya oleh orang tuanya. Iya... bagi mahasiswa tingkat akhir, bertemu dengan skripsi memang menjadi permasalahan yang kronis dan cenderung menyedihkan. Hari-hari menegangkan dan mencengangkan mau gak mau harus dihadapi selama proses menyelesaikan skripsi. Menegangkan saat bimbingan skripsi karena siapa tau aja bakalan ditanyain macem-macem sama dosen pembimbing. Mencengangkan karena melihat coretan dosen pembimbing pada skripsi yang harus direvisi hampir di seluruh halaman.

 
Gue, sebagai mahasiswa yang pernah merasakan berbagai macam penderitaan skripsi mulai dari ngeprint puluhan lembar skripsi ternyata salah halaman sampai harus berangkat jam lima pagi ke kampus demi mendahului dosen pembimbing gue, punya beberapa tip untuk kalian para calon penderita skripsi biar skripsinya lancar. Skripsi gue emang gak mulus-mulus amat, tapi bukan berarti tip gue gak ada artinya. Jangan salah paham dulu, justru dari pengalaman-pengalaman gue yang berharga, gue bisa berbagi tip ini. Dijamin deh, kalian bakalan lancar ngerjain skripsi nantinya. Eh tapi enggak dijamin juga sih, sebenernya. Insya Allah aja deh.
                             
Nah.. coba simak deh:

November Ajaib

Bagi gue, bulan November adalah bulan terbaik dalam tahun 2013 yang gue jalanin, walaupun Desember tahun ini belum habis dan gue gak tau kejutan apa yang akan datang di depan gue. (Kalo Desember gue dapet pacar, gue ralat bulan terbaiknya.. Sungguh).

Gue sempet ngebayangin tanpa adanya bulan November, pasti saat ini tiap bangun tidur gue masih kena serangan semacam asma di pagi hari. Ya, bangun tidur kepikiran skripsi itu nyesek. Bonusnya, tiap boker gue sering sambil nangis. Klimaksnya gue mandi, keramas sambil nahan hati yang pedih. Juga sambil nikmatin rambut yang rontoknya makin parah gara-gara kepikiran skripsi. Gue semakin susah nyari jodoh rambut gara-gara skripsi.

Di bulan November kemarin, banyak hal keren yang terjadi sama gue. Bukannya gue enggak pernah ngalamin kejadian yang keren. Tapi, bulan November kemarin gue ngalamin hal keren enggak cuma sekali tapi secara berturut-turut. Bukankah itu keren?

November bener-bener udah bikin gue bahagia dan bernafas lega. Tukang batagor depan kampus menyadari itu, satpam kampus menyadari itu, temen-temen juga menyadari itu. Dan dari temen-temen yang menyadari itu kebanyakan enggak terima dengan keajaiban yang gue terima. Iya, gue menyadari itu..

Berikut ini hal-hal indah yang terjadi sama gue selama November, emang sih gue enggak dapet hadiah undian umroh gratis. Yah... namanya juga mahasiswa, gue bukan tukang bubur yang bakalan naik haji gara-gara dapet lotre. Tapi, hal-hal keren ini sanggup bikin gue mendesah pasrah namun bahagia.. Simak deh:

Kisah Kampret Dibalik Kopdar Blogger Energy

Buat yang belum tau cerita kopdar Blogger Energy gue di Jakarta kalian bisa baca dan klik ini dulu. Intinya sih, beberapa  waktu yang lalu gue pergi ke Jakarta. Selain karena ada urusan yang emang harus gue selesaikan. Gue juga dapet kesempatan buat ngerasain kopdar bareng anak-anak Blogger Energy Jakarta.

Kisah gue di Jakarta emang kelihatannya seru dan gak ada masalah. Semua berjalan biasa-biasa saja walaupun saat pertama kali gue nyampe di Stasiun Senen pas dini hari, gue enggak tahu harus kemana dan sempet tidur di masjid deket stasiun sambil nunggu subuh.

Gue cuma agak sebel aja, pas nyampe di Jakarta. Pak Prabowo Subianto enggak ngucapin selamat datang buat gue. Padahal kalo gue liat di tipi, Pak Prabowo sering ngucapin macem-macem. Giliran gue, didiemin aja. Ini namanya pilih kasih. Gue cukup tau! Gue emang gak pernah jadi yang pertama di hati Pak Prabowo. Sakit...

Hari itu, karena emang waktu gue enggak banyak, jam sepuluh harus udah nyampe FX Sudirman buat kopdar, maka urusan mencuci tubuh gue yang indah ini , mau gak mau gue harus numpang di masjid deket stadion Gelora Bung Karno.

Ngenes? Buat gue sih, hal itu bukan sesuatu yang memprihatinkan. Kehidupan gue sebagai anak kos selama bertahun-tahun telah mendidik gue untuk menjadi sosok laki-laki yang tegar dan kuat. Dulu, gue memang lelaki cengeng. Laki-laki yang mendadak nangis kalo liat ujan dari jendela kamar. Tapi sekarang, gue beda. Gue hanya nangis kalo keujanan dan gue sadar kalo kancut yang gue pake adalah stok bersih yang terakhir gue punya. 

Seharian gue muter-muter di FX Sudirman untuk mencoba menjadi anak gaul yang budiman. Gue tetep stay cool dengan sedikit ngomong, sedangkan temen gue @gankgo dia terlihat norak saat ngeliat teater JKT48 ada di depan matanya. Beberapa kali dia poto-poto teaternya, katanya sih mau dipamerin ke temen-temen kampungnya. Siang itu, gue mencoba untuk tidak menganggap Ganggo sebagai teman. 

Gue Ikutan Open Mouth Stand Up Comedy


Masa-masa pertempuran gue dan skripsi memasuki babak akhir. Gue masih terus berusaha buat menaklukkannya, sementara waktu gue gak banyak, waktu dosen gue gak banyak dan akhir-akhir ini upil gue pun gak banyak. Gue galau...

Di tengah perjuangan gue buat bisa mengalahkan skripsi, BEM kampus gue ngadain event keren yang gak boleh dilewatin dan kebetulan gue yang diminta buat ngurus semua itu.

'Open Mouth Stand Up Comedy'

Mahasiswa Gagal Gaul~

Yak, gue mesti ngurus event stand up comedy yang bakalan digelar di kampus gue. Rencananya, akan ada 20 comic dari kampus gue yang bakalan perform, dan dua penampilan terbaik bakalan maju ke grandfinal buat 'duel' lawan perwakilan 10 kampus Semarang lainnya.

Acara Open Mouth ini merupakan kerjasama dengan Radio Sindo Trijaya FM dan Teh Mirai Ocha. Pertama kali gue ikut briefing di radio Sindo. Gue cuma sendirian, dan gue grogi ketemu temen-temen dari kampus lain. Satu hal yang gue sadari saat itu adalah gue enggak sendirian jadi orang enggak ganteng di dunia ini. Kalian tau maksud gue, kan?

The Three Mahasiswa's Part 1

Tiga tahun lamanya gue hidup bareng temen-temen di kontrakan yang kami namakan Tugiran Community. Asal usul dari nama tersebut sebenarnya cukup sederhana. Pemiliknya bernama Pak Tugiran. Buat gue, itu adalah nama yang cukup keren, karena terlihat masih begitu kental unsur kedaerahannya. Dengan inisiatif yang seadanya kami pun menambahkan kata community di depannya untuk menyempurnakan kekerenannya. Sempet sih, mau menambahkan kata ‘D’, jadinya nanti D’ Tugiran. Tapi niat itu gue urungkan karena gue enggak mau dianggap mengekor D’ Bagindas.

Gue mau cerita.. mungkin sedikit, mungkin berbelit-belit. Ini cerita tentang gimana akhirnya gue bisa ngedapetin kontrakan Pak Tugiran yang harganya 12 juta per tahunnya. Yak, ini adalah sebuah catatan perjalanan tiga mahasiswa yang mencari kontrakan yang layak untuk dihuni.

Begini ceritanya:

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang mahasiswa berparas biasa-biasa saja. Ganteng enggak, jelek pun enggak. Dengan penuh ketulusan, mahasiswa ini hidup mandiri. Ngupil sendiri, cebok sendiri, pake celana dalem pun sendiri. Semua dilakukannya sendiri tanpa mau merepotkan orang lain, orang-orang memanggilnya dengan nama Edotz.

Edotz hidup dalam sebuah paviliun kecil bersama kedua orang temannya. Yang satu, berkulit hitam dan bisa dikatakan legam dengan perawakan kurus kering kering. Iya, memang seperti bunyi telepon aja kering-kering, dia dipanggil Ganggo. Satunya lagi, laki-laki, bertubuh gempal, bernapas pendek dan mudah berkeringat. Untuk lebih memudahkan imajinasi kalian, lihat saja Pepi yang ada di acara bukan empat mata. Penampakannya enggak beda jauh seperti itu.



Review Buku : Nyengir Ketupat


Ini adalah kedua kalinya gue nge-review sebuah buku. Memang agak aneh, padahal sebelumnya gue pernah bilang kalo sebagus apapun bukunya gue enggak akan nge-review sebuah buku di blog gue. Tapi, setelah semua itu ternoda karena gue nge-review buku SGFD, sekarang gue juga pengen nge-review sebuah buku lagi.

Gak perlu gue sebutin lagi, kalian udah tau dari judulnya...

Iya, Nyengir Ketupat... (Lah ini gue sebutin).

Sebenernya alasan gue nge-review buku ini karena satu hal: gue gak mau buku gaul ini gue baca sendiri. Jadi, lewat tulisan ini dunia harus tahu kalo gue ganteng di segala cuaca (oke, ini dosa besar, gue udah melakukan fitnah terhadap diri sendiri). Maksud gue gini, mulai dari semesta sampai tukang kenteng velg, semua harus tahu ada buku yang layak buat dibaca.

Sebelum gue mulai ke isi buku, mungkin gue perlu kenalin dulu penulisnya. Namanya Haris Firmansyah, kalian bisa kepoin twitternya: @harishirawling. Pertama kali gue lihat, namanya Haris ini ada di buku kumpulan cerpen berjudul 'Si Jola'. Jujur, menurut gue buku itu kebanyakan isinya enggak terlalu menarik, bahkan gue sering meringis saking garingnya. Sampai akhirnya gue membaca sebuah bab berjudul 'benconggg followers', bab ini adalah satu-satunya cerita yang bisa bikin gue cengar-cengir. Gue ngebayangin, muka gue yang cengar-cengir itu pasti ganteng (yang ini bukan fitnah, tapi beneran, tapi bohong).

Kopdar Blogger Energy Jakarta, Socmed Fest dan Sesuatu Yang Lain...

Konspirasi semesta itu ternyata beneran ada. Gue percaya dengan kalimat tadi setelah gue bisa bener-bener bertemu dengan anak-anak Blogger Energy regional Jakarta. Gue menyebut ini konspirasi semesta karena awalnya gue berpikir bahwa gue sulit buat ketemu sama mereka, selamanya bakalan kenal cuma di dunia maya aja. Selain karena gue di Semarang, gue juga yakin nentuin waktunya bakalan susah. Hal yang gue rasa gak mungkin saat itu, tiba-tiba menjadi mungkin saat gue harus pergi ke Jakarta karena ada sesuatu hal yang harus diselesaikan disana.


Semuanya berawal saat gue bilang di grup what’s app Blogger Energy bahwa gue mau ke Jakarta. Dan saat itu, Bocil (dia cewek, bukan adiknya Bobo) tiba-tiba ngusulin buat sekalian kopdar. Waktu itu, gue nanggepin ini antara iya dan gak. Gue takutnya yang dateng cuma dikit aja, selain karena susahnya bikin jadwal, juga karena faktor gue yang enggak menarik sebagai lelaki. Anak-anak Blogge Energy kayaknya jadi pada males ikut.

Singkat cerita, dengan semangat Kartini, Bocil berusaha merealisasikan kopdar Jakarta ini, akhirnya gue pun mulai yakin acara ini bisa juga dijalanin. Udah gitu, anak BE lainnya, Gita, juga semangat banget menyambut kopdar Jakarta ini. Yah... sepertinya memang kopdar ini bakalan kejadian.

Tipe Mahasiswa Saat Kuliah Ada Presentasi


Namanya kuliah, pasti ada saat-saat dimana kita harus melakukan yang namanya presentasi. Iya, presentasi. Menyampaikan suatu materi di depan teman-teman sekelas dengan gaya yang dipaksakan terlihat elegan dan percaya diri, kemudian akhirnya diserang teman-temannya dengan berondongan pertanyaan seputar materi. Kenapa sih, kuliah harus ada presentasi? Ya.. kalo bukan dosen, siapa lagi yang bakalan nyuruh mahasiswa bikin makalah, bikin powerpoint, terus ngejelasin di depan temen-temen sambil nengok-nengok LCD.



Ilustrasinya emang agak maksa dan gak menarik, kalian yang tabah ya ngeliatnya

Lebih spesialnya, kalo kita lagi presentasi dengan segenap hati dan perasaan setelah malam sebelumnya mati-matian ngapalin materi. Eh ternyata dosennya cuma bisa ngeliatin dengan ekspresi datar dan tatapan bosen, kadang acuh tak acuh, kadang mainan hape, kadang malah ketiduran. Yah, gak bakalan jauh-jauh dari itulah. Jadi heran, apa sebenernya tujuan presentasi di kelas kalo dosennya enggak merhatiin.

Di kampus gue, presentasi itu punya bobot nilai yang lumayan, walaupun bobotnya enggak seberat Haji Sulam seminggu setelah ngelakuin diet OCD. Tapi setidaknya bobot nilainya bisa bikin mahasiswa tergiur. Mungkin gue perlu luruskan, bikin ‘beberapa’ mahasiswa tergiur.

Bobot nilai yang dosen janjikan enggak hanya disajikan buat mahasiswa yang presentasi aja tapi juga buat teman-teman sekelas lainnya. Jadi, kalo presentasi bagus, nilainya bagus. Sedangkan, kalo ada mahasiswa yang aktif di kelas dengan bertanya (diutamakan berhasil membuat yang presentasi tidak berkutik) juga bakalan dapet nilai dari dosennya.

Wisuda, (baca: wisuda dengan koma)

Akhirnya hari Sabtu ini datang juga... hari yang sekian lama teman-teman gue nantikan. Sebuah hari yang hebat dan akan menjadi kebanggaan untuk terus dikenang setelah hari ini dilalui. 

Ini adalah sebuah hasil dari perjuangan selama empat tahun menjalani hari-hari sebagai mahasiswa. Beban tugas, beban akhir bulan serta beban perasaan, berhasil mereka taklukkan  hingga akhirnya mereka dapat berada disini, mengenakan toga, untuk... wisuda.

Teman-teman gue satu angkatan, satu perjuangan, satu kelas. Mereka akhirnya berhasil mendapatkan gelar sarjana pendidikan yang sudah menjadi tujuan utama mereka empat tahun yang lalu. 

Hari ini gue menyaksikan kebahagiaan mereka. Gue menyaksikan betapa bangganya mereka hari ini, ketika mereka diwisuda. Jujur gue seneng dengan apa yang udah teman-teman gue capai. Mereka memang sangat berhak merasakan bahagia dihari ini setelah perjuangan keras mereka menghadapi badai skripsi selama berbulan-bulan. Yah, walaupun ada beberapa yang berjuang dengan sangat biasa-biasa saja, bahkan cenderung enggak menderita sama sekali karena kebetulan mereka dapet dosen pembimbing skripsi yang berhati mulia dan tidak sombong.

Dibalik kebahagiaan gue menyaksikan kebahagiaan mereka yang telah menciptakan kebahagiaan lain untuk orang tua masing-masing. Ada rasa nyesek yang begitu dalam di hati gue. Ini bukan karena gue iri atau sensi. Gue sadar, dengan diwisudanya mereka hari ini. Gue pun resmi kehilangan momen-momen bersama teman-teman gue seperti saat masih kuliah dulu.

Gue masih mahasiswa. Mereka bukan lagi mahasiswa...

Intim Berdua Bersama Ada Band

Hari Sabtu, 21 September 2013 kemarin kampus gue IKIP PGRI Semarang ngadain acara 'Malam Inagurasi' dengan bintang tamu Ada Band. Sebagai salah satu anak BEM yang jadi panitia, gue merasa anak BEM juga harus jadi bintang tamu. Yap.. anak BEM juga punya band gaul, nama band-nya 'Ada BEM'. Ini enggak kalah keren sama Ada Band, walaupun emang kalah jauh banget kalo ngomongin ganteng.

Ini adalah tahun kedua kampus gue mengundang band ternama buat acara malam inagurasi setelah tahun sebelumnya Sheila On 7 yang jadi bintang tamu. Buat gue, ini adalah kemajuan yang luar biasa mengingat di tahun gue masuk ke kampus gak ada yang namanya malam inagurasi, boro-boro band ternama yang dateng, Ustadz ternama yang dateng aja gak ada. Gue berharap banget waktu itu Ustadz Maulana bisa ngisi di kampus gue, tapi kayaknya dia sekarang pindah kerja jadi Tour Guide jemaah haji, kemarin gue liat tipi, dia bilang, "Astaghfirullah Jama'ah....."

Malam inagurasi tahun ini sangat spesial buat gue. Karena ditahun ini gue ikutan jadi panitia penyelenggara Malam Inagurasi. Walaupun job gue cuma nyalain kembang api setelah Pak Rektor resmi menutup kegiatan POEMA yang udah berlangsung selama tiga hari. Oh iya, gue lupa jelasin malam inagurasi itu acara seperti apaan sih?

Malam inagurasi itu semacam welcome party buat para mahasiswa baru yang selama tiga hari sebelumnya udah ngikutin POEMA atau biasa disebut ospek di kampus lain. Dan malam inagurasi ini jadi semacam penutupan kegiatan ospek sekaligus hiburan buat para mahasiswa baru.

Pemilihan Ada Band buat bintang tamu juga melalui proses yang cukup panjang, setelah awalnya ada tiga opsi, yaitu : Seventeen, Lyla dan Ada Band. Gue sempet ngusulin ke presiden BEM mending ngundang band produk kampus, ada kok band yang kerennya sampe tumpeh-tumpeh, namanya "Kangen BEM", tapi Presiden gak setuju, ini nyakitin banget... akhirnya ketiga band yang  jadi usulan dipolling aja. Sampai akhirnya Ada Band yang terpilih.

Insiden Kunci Yang Terkunci

Ada hal yang perlu gue kasih tau sama kalian, bahwa kekuatan satu kunci motor kecil ternyata bisa merubah suasana hati seseorang, seperti gue.


Jadi kemarin malem, gue dapet panggilan tugas dari cewek gue, buat nganterin harddisk eksternal punya gue karena ada sesuatu yang penting di dalemnya. Hal yang penting itu jauh lebih berharga dari ratusan file 3gp yang ter-hidden di suatu folder dalam harddisk gue. Oh iya, kalian enggak salah baca. Itu tulisannya beneran, buat cewek gue. Jadi udah jelas ya, sekarang kalian tau, gue bukan tuna asmara. Gue cowok dan gue laku.

Ada salah satu kebiasaan buruk mahasiwa, mereka biasanya suka males ngisi bensin di motornya kalo bensinnya belum sekarat-sekarat banget. Gue contoh nyatanya. Malem itu, sebelum gue melakukan prosesi pengantaran harddisk eksternal menuju rumah cewek gue, gue udah dihebohkan dengan sesosok benda kecil, imut dan agak panjang. Namanya kunci motor.

Niatnya sih gue mau ngecek tangki bensin dulu seberapa sekaratnya, begitu gue cari di kamar ternyata kunci motor gue enggak ada, gue cari di kamar temen, enggak ada juga. Bahkan gue cari diantara belahan pantat temen gue, gak ketemu juga. Gue mulai panik, iya gue panik.. sempet mau gue coba miskol, tapi gue enggak tau nomer hape kunci motor gue.

Pesan Mahasiswa Tua Kepada Mahasiswa Baru

Waaah.. kerasa banget udah masuk bulan September, itu artinya bentar lagi kampus gue bakalan ngadain yang namanya 'Poema' atau bahasa ribetnya Pekan Orientasi Mahasiswa, mungkin kalau di kampus lain bisa dikatakan Poema ini sama persis dengan yang namanya ospek. 

Sampai sekarang, sampai setua ini, gue sendiri enggak tau siapa orang yang pertama kali ngusulin pake nama POEMA ketimbang Ospek di kampus gue. Ini bener-bener kurang elit dan terkesan memaksakan. Cara bacanya yang bener aja gue masih kurang paham, antara PUMA atau PO-E-MA. Ribet, enggak efektif, kurang higienis dan kandungan zat besinya kurang.

Sebelumnya gue udah pernah kali ya, ngomongin ospek. Dibuku gue cancut marut bab pertama juga ada. Jadi, kali ini gue lebih memilih untuk menyoroti perihal 'mahasiswa baru'.






Buat kalian nih, para mahasiswa baru yang lagi pada girang-girangnya dengan status mahasiswa yang baru aja didapet. Iya, iya.. kalian keren kok, beruntung banget bisa ngerasain yang namanya kuliah dan bakalan ngerasain kebebasan sebagai anak kos.

Gue juga tau, kalian mungkin saat ini pada enggak sabar buat buru-buru nyobain almamater kampus kebanggaan dipake ospek ke kampus. Atau mungkin? Ada yang udah poto-poto duluan pake almamater terus diupload ke segala macam jejaring sosial. Yah, namanya juga baru ngerasain, beberapa tahun lagi palingan stres gara-gara masih pake almamater mulu enggak lulus-lulus.
Oh ya, sedikit pengalaman gue jaman dulu, saking bangganya dengan kampus. Hari pertama gue masuk kuliah, gue dan temen gue yang namanya Sidul dengan elegan berangkat ke kampus naik motor pake almamater ke kampus. Iya, gue ngerasa keliatan keren banget pagi itu. Tapi begitu nyampe parkiran, gue celingak-celinguk ngeliat mahasiswa lain dan ternyata gak ada satupun yang pakai almamater.

Ini gaul yang syahdu sekali dan tanpa rencana. Jadilah pagi itu gue seperti mahasiswa semester tua yang lagi mau PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) atau KKN (Kuliah Kerja Nyata). Gue sukses terlihat tua di hari pertama gue kuliah sebagai mahasiswa...

Itu sedikit pelajaran yang enggak berharga dari gue. Pokoknya ingat, kuliah enggak pakai almamater!

Sebagai mahasiswa baru, gue pun yakin. Banyak hal yang belum kalian pahami tentang seluk beluk dunia perkuliahan. Padahal, pelajaran ini sangat perlu kalian ketahui untuk bekal hidup terjamin semasa kuliah sehingga kalian enggak hilang arah dan tersesat parah.

Berikut gue kasih beberapa poin penting yang berhubungan dengan dunia kuliah :

1. Ikut UKM
Bagi gue, ikut UKM itu wajib hukumnya. Karena dengan ikut salah satu UKM kalian akan dapat pelajaran banyak hal. Misal nih, kalian ikut yang namanya UKM Rebana. Disitu nanti kalian akan banyak belajar cara bermain rebana yang baik dan belum tentu benar. Lewat UKM rebana pula kalian akan dapet banyak teman dari jurusan lain, dan tentu saja dengan ikut UKM siapa tau kalian bisa dapet jodoh. Iya, ngarep. Tapi gak ada salahnya. Lebih positifnya lagi, kalau kalian punya obsesi jadi anak band tapi gagal, kalian bisa menghibur diri di UKM Rebana, kalian bisa bikin grup dengan nama 'Rebana Boyz' atau simpelnya 'Band Keplak'. Iya, karena main rebana kan biasanya dengan cara dikeplak-keplak.

Oh iya, gue lupa. Mungkin kalian belum tau apa itu UKM. Kalau di jaman sekolah, UKM ini sama seperti ekstrakurikuler, persis! Jadi kalian pasti paham kan. Nah, itu tadi cuma contoh kecil. Intinya sih, seandainya di bidang akademik kalian enggak terlalu menonjol. Setidaknya kalian punya skill yang bisa digunakan buat bekal suatu saat nanti ketika kalian udah lulus. Serius deh..

2. Jangan Kebanyakan Ikut UKM
Sebagai mahasiswa baru, gue tau. Kalian pasti sedang berusaha mencari jati diri yang sesungguhnya. Kalian mudah tertarik ikut berbagai macam UKM. Seperti futsal, basket, paduan suara, seni tari, drama dan boyband. Gak usah serakah! Belajar dari pengamatan gue selama empat tahun lebih sebagai mahasiswa. Sangat-sangat jarang sekali ada orang yang bisa eksis lebih dari satu UKM. Kalaupun ada, mereka enggak akan bisa jadi mahasiswa yang populer di UKM-nya. Jadi saran gue, mantapkan pilihan kalian buat memilih UKM yang tepat.

3. Hindari Temen yang Ngajak Bisnis
Mahasiswa baru adalah ladang utama para pebisnis MLM. Ini semua terjadi karena mahasiswa baru kebanyakan masih lugu-lugu. Iya, karena dulu gue juga pernah jadi korban MLM di semester satu saat gue masih terlihat lugu.

Jadi, kalau ada teman atau orang tak dikenal yang mengajak kalian berbisnis yang belum jelas, jangan mau. Karena itu hanyalah strategi mengajak kalian ke suatu tempat untuk bertemu dengan seorang leader dari mereka. Setelah itu kalian akan mendapatkan sebuah skema pencucian otak yang sempurna. Kalian akan diperlihatkan bukti-bukti kesuksesan yang mencengangkan dan bikin ngiri. Dalam fase ini, kalian akan berpikir bisnis ini sangat mudah, namun kenyataannya lebih sulit dari sekedar wisuda tepat waktu. Ciyus..

Oh iya, gue lupa ngasih tau, MLM itu istilah simpelnya bisnis Mulut Lewat Mulut, jadi kerjaannya nanti kalian nyari orang yang mau diajak gabung dengan membayar sejumlah uang, nanti orang yang kalian ajak itu bakalan nyari orang lagi. Begitu seterusnya sampai sinetron Tukang Bubur Naik Kursi tamat.

4. Jangan Mikirin Skripsi
Banyak orang yang berpendapat, biar kuliahnya cepat selesai, mulailah memikirikan skripsi dari semester awal. 
Itu salah... Hal.Ini.Justru.Sangat.Fatal.

Coba deh bayangin, misal kalian udah mikirin skripsi dari awal, udah bikin judul, udah nyari referensi, udah mulai bikin proposal skripsi. Tinggal nunggu saatnya skripsi datang..

Beberapa tahun kemudian, saat waktu untuk skripsi telah dimulai, kalian ketemu dosen pembimbing untuk pertama kalinya dan dengan bangganya langsung bimbingan judul. Diluar dugaan, judul kalian dianggap enggak menarik, kurang update, gak efektif. Judul skripsi kalian ditolak, yaaah, nangis.. Nangis deh...

Makanya, jangan pernah mikirin skripsi selama kalian belum benar-benar bertemu skripsi. Biarkan waktu yang menuntun kalian untuk benar-benar berjuang melawan skrispi pada masa yang udah dikehendaki. Jangan pernah mencoba mendahului takdir. Mending nikmati aja masa kuliah kalian.

5. Jangan Terlalu Semangat
Masa kuliah itu lebih panjang dari sekolah SMP atau SMA. Kecuali, kalau kalian pernah enggak naik kelas dimasa itu.

Nah, karena kuliah itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi, kalian enggak perlu terlalu semangat ngejalaninnya. Gara-gara terlalu semangat bisa-bisa baru semester empat semangat kalian udah abis, kuliah jadi males. Jadi rajin nitip absen, jadi jarang ganti kancut.

Selain itu permasalahan IPK. Kalau misal ada yang belum tau apa itu IPK, IPK tuh sama seperti raport di jaman sekolah kalian. Bedanya, kalau udah jadi mahasiswa, orang tua gak perlu dateng ke kampus ngambilin kartu hasil studi kalian.

Nah, bagi yang kuliahnya kenceng biasanya hal itu berbanding lurus dengan IPK, sampai semester tujuh IPK-nya masih bisa dikatakan cumlaude. Tapi hal itu gak ada artinya kalau skripsi kalian gak selesai-selesai.

Nasib mahasiswa pada fase 'skripsi' itu hanya Tuhan dan dosen pembimbing yang tahu. Mahasiswa hanya bisa berencana, Tuhan yang mentakdirkan, dosen pembimbing yang menentukan. Jadi saran gue, kuliah gak usah pinter-pinter banget. Kalau kalian punya IPK yang bikin mata silau, kalau bisa sedekahin kepada mereka yang membutuhkan, mereka-mereka yang selalu kekurangan IPK.


Nah, demikian sedikit tip dari gue yang notabene mahasiswa tua buat kalian para mahasiswa baru. Lewat tip ini gue harap kalian bisa semakin mantap menjejakkan kaki di dunia mahasiswa. Dunia yang konon katanya bisa membuat air takjin menjadi sangat berarti. Gue tau, kondisi kampus di daerah masing-masing itu berbeda. Kalau gue baca dengan seksama, penjelasan gue diatas itu cocok diterapkan di kampus yang beriklim tropis. Jadi, silakan lihat-lihat dulu iklim apa yang ada di kampus kalian.

Oh iya, kalau ada mahasiswa tua lainnya yang mau berbagi pengetahuan juga buat mahasiswa baru, share aja di kotak komentar ya..

Sumber gambar: www.ngampusaja.com