Rabu, Januari 14, 2015

Kantor Virtual Praktis ala VOffice

Januari 14, 2015


Akhir-akhir ini, industri kreatif semakin berkembang dan beraneka macam. Bagi para penggiat industri kreatif, peluang usaha yang menghasilkan keuntungan tentu saja tidak boleh begitu saja dilewatkan. Berawal dari usaha kecil, beberapa penggiat industri kreatif bahkan mulai mengembangkan sayapnya untuk memproduksi hasil karya kreatifnya ke beberapa kota besar bahkan luar negeri.

Tidak selalu orang melakukan bisnis bisa langsung meraih kesuksesan. Bagaimanapun juga, pasti mereka memulainya dari nol. Merencanakan bisnisnya sedemikian rupa. Mulai dari bentuk, target pasar dan bagaimana membuat brand yang unik dan khas.  Satu hal yang tidak boleh luput tentu saja masalah ‘kantor’. Bagi para pelaku bisnis, mempunya sebuah kantor tentu saja menjadi prestise tersendiri dan mungkin sebuah keharusan.

Dengan memiliki kantor sendiri. Konsumen dapat melihat keseriusan pelaku bisnis dan tentu saja jauh lebih tinggi tingkat kepercayaannya. Dengan memiliki alamat kantor sendiri juga, pelaku bisnis dapat membuat usahanya terlihat lebih profesional.



Persoalannya adalah, dalam usaha merintis sebuah bisnis. Tentu saja, usaha untuk langsung mendirikan kantor sendiri tidak mudah. Selain mencari lokasi kantor strategis yang tidak mudah, hal ini ditambah dengan mahalnya biaya sewa kantor yang mungkin terasa memberatkan. Akhirnya memiliki kantor hanya masuk dalam sebuah rencana yang entah kapan terwujud. Namun, harus diingat, ‘Rencana hanyalah tujuan yang baik, kecuali jika tujuan tersebut segera diwujudkan dengan kerja keras.’ – Peter Drucker

Nah, dari sebuah keribetan persoalan sulitnya mencari ‘kantor’ yang sesuai harapan, muncul solusi cerdas untuk mengatasi persoalan mencari kantor yang strategis dan tentu saja, murah. Solusi itu bernama VOffice.

Bagi anda, anda dan anda yang belum tau apa itu VOffice. Dengan baca tulisan ini, anda akan tercerahkan, atau mungkin setidaknya anda jadi mulai tau, bahkan anda akan bersyukur bisa baca tulisan ini. Simpelnya sih, VOffice itu merupakan sebuah ‘ruang kerja’ yang berlokasi di dunia internet di mana seorang individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan untuk pribadi tanpa memiliki ‘fisik’ lokasi usaha.

Jadi.. dengan adanya VOffice, kalian sebagai pengusaha yang butuh sebuah tempat untuk lokasi bisa langsung memiliki alamat kantor, telepon lokal, dan nomor faks bahkan sampai ke resepsionis. Belum cukup sampai disitu, persoalan untuk permintaan ruang rapat pun bisa disediakan melalui jasa VOffice ini.

Karena ruang kerja ini berlokasi di dunia internet, maka kalian, para pengusaha, yang bekerja di rumah seolah-olah terlihat mempunyai ruang kantor yang elegan, keren, dan tentu saja dinamis. Kesan yang terlihat di masyarakat ketika melihat usaha anda yang seolah-olah memiliki kantor yang lokasinya strategis dan tentu saja elit, akan membuat orang-orang lebih menaruh kepercayaan tinggi kepada anda. Untuk bisnis,  hal seperti ini memang sangat diperlukan sekali.

Lalu bagaimana dengan biayanya?

VOffice menawarkan sesuatu yang menggiurkan karena biaya untuk memiliki kantor virtual dipastikan lebih murah sampai 95% daripada kantor tradisional! Dengan biaya yang sangat murah itu, perusahaan kalian sudah terlihat besar dan tentu saja meyakinkan.

Selain membuat nama perusahaan terlihat besar. VOffice membuat kalian jadi menghemat banyak uang karena sewanya yang sangat murah. Dan tentu saja, VOffice juga membuat kalian tidak harus terikat kontrak yang panjang dan mahal.

Apakah VOffice meyakinkan dan terpercaya?

Tentu saja.

Perkembangan VOffice sebagai kantor perusahaan virtual mulai menjadi penyedia layanan ‘kantor virtual‘ di dunia. Memulai debutnya pada tahun 2003 di Australia, kini VOffice telah hadir di 22 lokasi dan 11 negara dan mempunyai lebih dari 18.000 klien perusahaan. Melihat data yang luar biasa tersebut, rasanya VOffice benar-benar telah menjadi sebuah perusahaan ‘kantor virtual’ yang meyakinkan dan terpercaya.

Layanan kantor virtual VOffice, meliputi:

Resepsionis jarak jauh, cara kerjanya dengan menggunakan telefon integrasi dengan perangkat lunak untuk menggantikan resepsionis tradisional.

Asisten Virtual, Layaknya sekretaris dalam perusahaan, asisten virtual ini tujuannya untuk memudahkan kalian yang bekerja dari rumah, yang jarang bertemu dengan klien.

Layanan jawab / call center, layanan ini beroperasi dari lokasi terpusat dengan tujuan menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Jadi, jarak antara kalian dengan klien akan terpangkas karena layanan ini.

Kotak Suara, semacam teknologi yang digunakan untuk menyimpan pesan suara elektronik yang masuk atupun keluar.

Gedung Kantor Virtual, fasilitas ini memungkinkan kalian untuk memiliki kantor secara nyata. Jadi ketika anda ada niatan untuk bertemu dengan klien atau mungkin mengadakan rapat perusahaan, maka pihak VOffice akan menyediakan kantor atau tempat di kota pilihan anda.


Saya punya bisnis toko online, apakah saya juga bisa menggunakan jasa VOffice?

Tentu saja bisa!

VOffice bisa digunakan untuk siapapun pengusaha yang butuh. Mulai dari perencana keuangan, pelatih/instruktur, pengacara, akuntan, real estate, senior manajemen sampai dokter / terapis juga bisa memanfaatkan jasa VOffice.

Usaha saya tidak termasuk dari yang disebutkan di atas? Bisa gak?

Apapun usaha anda, kalau memang merasa perlu tempat strategis untuk kantor demi menunjang bisnis usaha anda. Maka VOffice, jelas menjadi solusi yang tepat. Kalau anda sudah yakin, maka tunggu apa lagi? Ingat, ‘Gunakan waktu sebaik mungkin, jangan lewatkan kesempatan yang ada’. – William Shakespeare.

Nah, kalau anda butuh informasi yang lebih lengkap lagi untuk menambah keyakinan anda, anda bisa menuju langsung ke web VOffice, di http://surabayavirtualoffice.com/

sumber gambar:
http://www.lawtechnologytoday.org/wp-content/uploads/2013/11/businesspeople-concept-660x330.jpg
http://voffice.com.my/images/lightbox/mk/voffice01.jpg
http://voffice.co.id/images/lightbox/voffice2.jpg 

Senin, Desember 15, 2014

Tentang Cewek yang Niat Banget Ngirimin Email Mulu

Desember 15, 2014
Suatu ketika gue sedang asik rebahan di kamar sepulang dari sekolah, istirahat sejenak sebelum sorenya mesti berangkat lagi ke radio. Disaat sedang asik menikmati belaian kipas angin yang ukurannya tak seberapa, setara dengan gayung di kamar mandi. Gue mendadak meraba-raba kasur mencari hape yang gue letakkan entah dimana karena mendengar ada notifikasi e-mail. Sayangnya, gak ada kenikmatan yang gue dapat dari proses meraba-raba itu.

Begitu gue lihat inbox e-mail, gue tertegun. Rasanya tumben-tumbenan gue dapet email dari seseorang, biasanya sih gue dapet email dari twitter, G+, komentar di blog dan juga email dengan bahasa inggris yang berhasil lolos dari spam. Gue liat nama pengirimnya, “Janet”, gue gak pake nama asli karena gue gak tega. Bukannya gak tega nyebarin nama pengirim, tapi gak tega karena namanya gak ada keren-kerennya sama sekali.

Gue baca dengan seksama sebuah e-mail dari Janet, tapi si seksama ternyata enggak bisa baca. Yaudah gue baca sendirian. Intinya, Janet ini sedang mengalami kesusahan, dia butuh banget duit. Nominalnya lima juta, dan dia berniat pinjem sama gue, dia minta tolong dengan sangat.


Setelah baca email itu, berjuta dugaan menghiasi pikiran gue. Pertama, apa yang ada di pikiran Janet ketika dia memutuskan minjem duit lima juta lewat email padahal gak saling kenal? Berapa persen kemungkinan yang dia yakini kalau gue bakalan minjemin duit segitu?

Kedua, dari sekian banyak orang yang punya alamat email kenapa harus gue yang dia kirimin? Apakah cuma gue? Atau gue lelaki kesekian yang dia kirimin email? Entahlah...

Dalam benak gue, ketika membaca email dari Janet, gue sempat merasa kasihan juga sama dia. Orang yang minjem duit lima juta lewat email kepada orang yang gak dikenal sama sekali, menurut gue itu adalah orang yang sudah sangat putus asa, yang gak tau mesti minjem duit lewat mana lagi, sementara masalah yang dihadapinya begitu pelik.

Sementara itu, gue masih penasaran, dari mana dia dapet alamat e-mail gue?

Sambil menanyakan masalah apa dan mengklarifikasi kalau gue gak punya duit segitu, yang alasan sebenernya gue belum terlalu percaya. Gue pun tanya dari mana dia dapet email gue?

Dan... jawaban yang gue dapet cukup mencengangkan. Janet tau email gue dari buku cancut marut. Gue merasa tersanjung, ternyata buku gue rada populer, namun gue mendadak merasa pilu, Janet bukannya ngomentarin betapa kerennya buku gue tapi malah menggunakan sarana email untuk minjem duit. Entah... gue harus merasa bagaimana dengan kenyataan ini.

Wuih.. bawa-bawa nama Allah segala.

Semakin hari Janet semakin rajin ngirim email permohonan peminjaman uang sama gue. Sementara itu, gue mulai goyah, gue mulai ngerasa gak tega, pasti Janet butuh banget uang, pasti Janet butuh banget uang, pasti Janet butuh banget uang. Namun gue heran, kenapa gue harus memperjelas Janet butuh banget uang sampe tiga kali!?


Duit lima juta jelas gak sedikit buat gue, sekalipun ada, gue masih belum berani membantu orang yang belum gue kenal dengan duit sebanyak itu. Gue mulai kepikiran untuk membantu sebisa gue tapi enggak sebanyak lima juta. Namun sebelum itu, gue jadi penasaran banget dengan sosok Janet itu seperti apa.

Maka gue iseng-iseng buat meng-copy alamat e-mail dan gue paste di kolom search Facebook. Dan ternyata, ketemu!

Namanya sama kayak yang ada di e-mail, gue pun mulai kepoin dia. Kalau alamat orangnya gak jauh sama gue, gue bisa coba bantuin dia semampu gue.

Sampai akhirnya, gue tercengang...

 Mimpinya mungkin jadi direktur utama yang punya kapal pesiar dan mobil mewah.

Di info profilnya, gue lihat... pekerjaan Janet... entah beneran apa enggak jadi direktur utama, tapi dia menyebutkan salah satu brand atau merek yang biasa bergelut di bidang MLM.  Multi Level Marketing, mulut lewat mulut...

Gue cuma bisa bilang ANJRIT dalam hati.

Pikiran negatif gue segera bergerak ke masa-masa saat gue pernah bergumul dalam lingkaran MLM. Gue inget, saat itu gue jadi member level bintang 1, dan untuk jadi member level bintang 3, gue diminta buat bayar duit sebesar tiga juta. Saat itu gue bingung, nyari duit sebanyak itu dimana, tapi kemudian leader MLM itu memberi solusi, gue diminta nelfon orang tua buat minta duit sebanyak itu dengan alasan buat ikutan workshop. Gue pun dengan tegas menolak karena gue gak mau bohongin orang tua, alasan konkritnya lagi, gue gak mau di-tackling sama orang tua sendiri minta duit sebanyak itu.

Belajar dari pengalaman yang dulu, gue merasa ada kemiripan kasus dari yang gue alami dengan apa yang Janet alami. Hampir setiap hari Janet ngirimin gue email untuk terus meyakinkan bahwa dia bener-bener butuh duit dan bisa ngembaliin duit akhir tahun 2014.

Gue merasa sangat  yakin ada hubungannya antara pekerjaan yang tertera di profil FB Janet dengan rajinnya Janet ngirimin gue email.

Karena gue menemukan embel-embel MLM, maka gue pun sudah mulai tidak terlalu peduli. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk mengatakan, gue gak bisa minjemin duit karena gue gak ada duit segitu.

Di akhir email, dengan jujur gue juga menuliskan....


Besoknya ada email masuk dan jawaban yang gue dapatkan, “Iya bang buat bisnis MSS, ya gpp makasih atas konfirmasinya *lengkap dengan emot senyum*”

“.....”
 
Awalnya memohon-mohon; bilang depresi lah, harus segera bayar utanglah, mau diganti akhir tahun lah, bawa-bawa nama Allah segala. Setelah gue skak pake embel-embel MLM, dengan penuh senyuman dia ngaku, dan dengan santainya bilang gak apa-apa. Kegundahan saat dia butuh banget duit lima juta seolah gak pernah terjadi. Mungkin, Janet sekarang sedang meneliti email-email yang ada di buku lain buat usaha minjem duit. Gak masalah sih, namanya juga usaha. Asal dia jangan ngirim email ke penerbit buku aja. Emangnya mau kirim naskah.

Minggu, Desember 14, 2014

Menyesap Ngeri-Ngeri Sedap

Desember 14, 2014

Awalnya gue agak-agak enggak tertarik buat beli buku Ngeri-Ngeri Sedap, karena yang ada dalam pikiran gue, apa sih kerennya buku dari orang batak, yang kesan gaulnya kurang berasa. Selain itu dari segi cover juga menurut gue kurang menarik, kesannya terlalu rame, ditambah wajah Bene yang senyum tapi gak unyu menambah kesan tidak menarik buku ini... pas pertama kali gue ngeliatnya.

Tapi anggapan gue mulai goyah kalo buku yang nyeritain tentang ‘Batak’ enggak menarik waktu @ficocacola ngetwit tentang Bene yang katanya Bene ini penulis potensial kalo gak salah (setelah gue cari lagi twitnya kok enggak ada, ya). Akhirnya, gue pun sukses penasaran dan khilaf beli buku ini.

Membaca buku ngeri-ngeri sedap, gue bener-bener membaca buku yang enggak biasa, kesan batak dalam buku ini bener-bener terasa banget—tapi gue enggak kesulitan buat memahaminya.


Bab-bab dalam buku ini sukses membuat gue ngakak secukupnya dan manggut-manggut elegan. Bene bisa membawakan cerita dengan lugas diselingi joke-joke segar dan juga ada pesan-pesan keren yang  terselip.

Ada 10 bab dalam buku ini yang bener-bener enggak ngebosenin. Seperti yang gue tau, buku yang bagus adalah buku yang bisa membuat pembacanya selalu ingin membuka halaman selanjutnya sampai halaman terakhir. Dan ngeri-ngeri sedap sukses menuntaskan misinya agar gue terus menerus membuka halaman demi halaman.

Setelah ‘mauliate godang’ atau bahasa gaulnya ‘thanks to’, kita akan dibuka dengan ‘Selayang Pandang’. Bab pemanasan yang dibuat Bene agar kita enggak kaget untuk masuk ke dalam cerita yang penuh dengan ke-batak-batak-an.

Kemudian kita akan berlanjut ke bab ‘Mamak Lawak-Lawak’, bab yang konon katanya sempat mau dipake buat judul buku ini. Bene cerita tentang Mamaknya yang anti teknologi, Mamak yang gak mau pegang hape karena hape membawa dampak buruk bagi pemakainya. Dan itu berdampak pada Bene dan keluarganya, hingga setiap persoalan yang terjadi sehari-hari selalu dihubung-hubungkan dengan hape.

Bab Selanjutnya, ‘Pindah Ke Jogja’, bercerita tentang Bene yang akhirnya diterima kuliah di Jogja. Sebuah pengalaman baru bagi Bene untuk hidup di tanah Jawa, yang sangat jauh dari kampungnya. Dan ternyata itu membuat Bene harus bener-bener beradaptasi dengan lingkungan barunya. Di bab ini, akan ada cerita tentang pandangan orang-orang yang menganggap Batak itu identik sangar, tangguh, cowok banget... dan Bene meruntuhkan anggapan-anggapan itu dengan kelakuannya.

Bab ketiga, dengan judul ‘Awas Bapak Galak’. Nyeritain betapa galak dan sangar Bapaknya Bene. Kalau kalian pernah melihat ada bapak yang galak banget sama anaknya, bapak Bene yang asli Batak ini punya galak yang berkali-kali lipat dari bapak galak biasa. Kalian akan melihat betapa galaknya bapak dari Batak dalam cerita ini, yang membuat Bene sampai nangis kejer, membuat Bene harus selalu nurut apapun titah bapaknya, tapi bagaimanapun juga selalu ada nilai-nilai positif yang ditanamkan oleh Bapak Bene meskipun dengan cara yang keras.

Masuk ke bab keempat, judulnya bener-bener batak abis, ‘Hepeng Do Namangatur Negara On’. Bagi orang selain Batak, mungkin pada mengira kalo Bene jago bahasa Zimbabwe, tapi tsetelah gue baca babnya ternyata itu salah satu kalimat dalam bahasa Batak. Bab ini bercerita  tentang Bene yang mesti kuliah di Jogja dengan keadaan ekonomi orang tua yang pas-pasan. Demi membiayai kuliah Bene, orangtua mereka rela berhutang sana sini buat anaknya yang enggak ada ganteng-gantengnya ini. Sampai akhirnya Bene sadar, Bene gak mau nyusahin terus orangtuanya, dan Bene mencoba untuk melakukan sesuatu biar gak terlalu membebani orangtuanya. Apakah Bene akhirnya ikut MLM dan dapet kapal pesiar? Apakah Bene akhirnya jadi bandar miras oplosan sambil nyelesein kuliah? Kalian bisa baca sendiri ceritanya.

‘Anakhonki do Hamoraon Di Au’, ini judul bab kelima yang artinya anakku itulah kekayaan bagiku. Bene bercerita tentang betapa pelitnya dia punya Mamak yang cuma satu-satunya di dunia ini. Mamak yang selalu menguasai ketika ada transaksi keuangan, tentang uang saku Bene waktu sekolah yang mengenaskan, hingga membuat Bene mencari solusi untuk mengatasi semua persoalan itu. Dan gue yakin, kalian, anak sekolah juga pasti pernah memakai cara itu. Dari segala kepelitan Mamaknya, Bene akhirnya bisa benar-benar memahami makna ‘Anakhonki do Hamoraon Di Au’.

Lanjut ke bab enam, ada bab dengan judul ‘Obat Paling Mujarab’. Nyeritain tentang kegalauan Bene yang udah mulai ditanya kapan wisuda sama Bapak-Mamaknya. Bene pun mencoba berbagi keresahan sama orang yang udah senior menghadapi pertanyaan seputar keskripsian dan kewisudaan yang bernama Alitt Susanto (@shitlicious), lalu apa hubungannya dengan obat paling mujarab seperti judulnya? kalian bakalan nemuin jawabannya kalo udah baca sendiri. Yang jelas, di bab ini Bene menggambarkan perbedaan rasa bangga ‘anak’ dengan rasa bangga ‘orangtua’.

Bab ketujuh, ‘Mengenal Batak’. Bene menceritakan tentang Batak dan seisinya. Tentang marga yang ternyata ada banyak sekali macamnya, tentang kuburan megah yang dijadikan ajang pamer. Dan tentang kebiasaan orang-orang batak ketika ada ‘kondangan’ di kampungnya. Ngakak!

Bene menceritakan kisah orangtuanya yang datang ke Jogja buat menghadiri acara wisudanya pada bab ‘Air Susu Dibalas Air Susu’. Perjuangan nyenengin orangtuanya yang hampir saja menemui kegagalan karena ada erupsi Gunung Kelud yang membuat jadwal penerbangan ditutup sementara. Di bab ini, ada kejutan yang sebenernya enggak direncanakan Bene tapi akhirnya bikin Bapak Mamaknya terharu, so sweet.

Setelah prosesi wisuda selesai, orangtua Bene enggak langsung pulang. Bene punya niat buat nyenengin orangtuanya yang baru sekali itu ke Jogja dengan cara ngajakin jalan-jalan. Bab ‘menikmati Jogja’, memperlihatkan keintiman antara Bene dan orangtuanya yang masih saja dibumbui dengan kepelitan Mamaknya dalam setiap suasana. Asli, lucu!

‘Ngeri-Ngeri Sedap’ jadi bab penutup yang komplit untuk menggambarkan betapa ngerinya perjuangan Bene dan keluarga dalam menghadapi masalah hidup (gimana enggak ngeri, Bene dan keluarga pernah hidup di daerah konflik yang waktu itu lagi heboh sama GAM,  Gerakan Aceh Merdeka). Di bab terakhir ini, Bene mencoba memberikan pelajaran tentang arti ‘jatuh-bangun’ dalam hidup. Tentang arti ‘pantang menyerah’ ketika terpuruk, dan juga tentang ‘kegagalan’ yang sebenernya adalah rencana Tuhan yang menakjubkan.


Sebelum membaca buku ini awalnya gue pikir Bene lagi ‘Aji Mumpung’, numpang popularitasnya yang baru aja dikenal lewat ajang stand up comedy season III kompas TV, terus latah bikin buku kayak comic-comic terdahulunya. Tapi setelah baca sendiri bukunya, ternyata Bene memang punya kualitas tulisan yang keren dan memang layak buat nerbitin buku, apalagi di penerbit sekelas bukune. Nilai plus dari buku ini adalah ilustrasi-ilustrasi keren yang ada di setiap babnya, lumayan bisa buat refresh mata bagi yang gak biasa baca novel lama-lama.

Beberapa ilustrasi yang ada di buku Ngeri-Ngeri Sedap

Membaca ngeri-ngeri sedap, gue seperti sedang menikmati secangkir kopi di kala hujan di sudut jendela. Enggak, enggak... bukannya mau galau-galauan, tapi memang rasanya nikmat dan ringan. Membaca dari awal sampai akhir gue mendapat banyak pelajaran dari buku ini. Sambil membaca, gue seolah-olah menyesap ‘pelajaran demi pelajaran’ secara perlahan dari setiap pengalaman Bene.

Kamis, November 20, 2014

Ngumumin yang Menang 'Giveaway Lelaki Gagal Gaul'

November 20, 2014

Ini postingan tentang pengumuman giveaway yang gue adakan beberapa waktu lalu, tujuannya buat ngasih tahu siapa aja orang-orang yang gak gagal berkat cerita gagalnya.

Sebenernya gue gak berencana bikin postingan ini, karena waktu itu gue agak pesimis kalo yang ikut giveaway ini gak sampe lima orang. Berhari-hari gue cemas, berhari-hari itu pula gue terus bernafas. Sampai akhirnya, jelang deadline yang gue tentukan, ternyata yang ikut cukup banyak juga. Gue terharu, mereka mau-mau aja suruh nulis postingan dengan iming-iming buku gue.

Gue cuma milih empat pemenang, dan satu orang yang agak beruntung. Jadi, buat yang udah nulis kegagalannya dan berujung dengan kegagalan kali ini, semoga kalian bisa mengerti, (mungkin) nantinya kegagalan ini bisa membawa berkah.

Dan ini dia, mereka-mereka yang udah rela ikutan 'Giveaway Lelaki Gagal Gaul'...














Nah, sekarang gue umumin siapa yang berhak dapetin buku terbaru dari gue, Lelaki Gagal Gaul:

1. @shamposachet


Gayanya dipanggil Kay, entah dari mana asal usulnya. Gue cuma curiga, nama lengkapnya Cu Pat Kay. Cerita gagalnya cukup kompleks, kena prospek MLM gara-gara ditawarin impian-impian dewa sampe bela-belain gadai BPKB segala. Dan jadi stres bayar cicilan buat nebus BPKB-nya.

Yang jelas, tulisannya Kay ini emang asik. Bahkan gue akui, tulisan gue masih kalah 'gila' sama dia. Harusnya dia emang bikin buku sendiri. Jangan ngarep buku gratisan ke orang lain.

2. @panu__


Ngomongin kegagalan itu gak enak. Dan lebih gak enak kalo gagalnya masalah sama cewek. Kayak si Panu ini, hidupnya ngenes banget. Baru sekedar gebetan aja udah ditikung. Sakit, sih. Tapi untung dia gagal duluan, kalo gak dia bisa sakit hati lebih sadis. Kan gak enyak. Kayak iklan mie sedap.



Ini cerita tentang cewek jomblo yang mau menangnya sendiri, suka egois sama temennya. Iya, karena gak punya pacar akhirnya meluapkan keegoisannya sama temennya, hingga akhirnya temennya lelah dan mulai mengeluh. Dan perpisahan itu pun terjadi dengan meninggalkan problema.

Baca cerita di blognya Arima, gue bener-bener betah. Bukan karena ceritanya bikin gue terhanyut. Tapi, gue kesengsem sama Devi. Gue jadi betah liatin fotonya. Gue kasih buku gratis, tapi kenalin gue sama Devi ya. Okesip.



Yang ini sih gak usah gue komentarin. Yang nentuin bukan gue, tapi banyaknya komentator yang masuk di blognya. Dan yang gue hitung, cuma sampai tanggal 15 aja sesuai deadline, biar adil. Dan kalo gue gak salah hitung, Meyyke ini berhasil ngumpulin 20 komentator di blognya diluar komentarnya sendiri, kalau dihitung lebih dari tanggal 15 gue lebih ngeri lagi ngitungnya.

Jujur aja, gue agak-agak berat ngasih buku ini ke Meykke, harusnya dia beli buku gue bukan ngarepin gratisan, haha.. Udah gitu, dari ngarep jadi kenyataan pula. Tapi bagaimanapun juga, Meykke udah ikutan giveaway gue. Gue terharu.

Terakhir, buat yang agak beruntung dapet pulsa Rp 10.000,- gue kasih ke : @wiiidiani


Keajaiban sedekah bener-bener nyata dalam ceritanya Dee. Dengan merelakan uangnya yang tadinya mau buat beli buku buat ngasih sumbangan buat anak-anak pesantren yang dateng ke rumahnya. Dee sukses dapet berkah berlimpah sampei tumpeh-tumpeh. Yang tadinya gagal beli buku, Dee jadi.... baca sendiri deh lanjutannya.


Jujur aja, gue kebingungan parah buat nentuin siapa aja yang menang di giveaway kali ini. Gagal ala mereka, bikin gue manggut-manggut dan sesekali terkesima. Pengin rasanya langsung gue bagiin satu-satu buku gue buat mereka yang udah berpartisipasi, tapi kalau kebanyakan bagi-bagi buku ntar malah pada enggak beli buku gue di kemudian hari. Ini yang bikin gue dilema. Semoga kalian bisa tabah dan keep calm deh, ya. Kan selama ini jomblo juga pada kalem.

Gue ucapin selamat buat yang udah menang giveaway buku gue, langsung aja kirim nama, alamat dan no. hp ke email: 

edotzherjunot@gmail.com

Sekali lagi, gue ngucapin makasih banget buat kalian yang udah ikutan berpartisipasi, tanpa kalian gue bakalan stres ngadain giveaway yang gak ada pesertanya. Alhamdulillah gue gak jadi berpikir, "sebegitu gak menariknyakah buku gue sampai dibagiin gratisan dengan syarat ringan aja pada gak mau".

Buat yang belum menang, hikmah yang paling jelas, kalian jadi ada ide buat update blog kalian. Hikmah lainnya, semoga segera nyusul ya.. 

Rabu, November 12, 2014

Alasan Cowok Jelek Bisa Punya Cewek Cakep

November 12, 2014

Dalam hidup yang fana ini, rasa iri sering hadir tanpa diminta. Contohnya sederhana, lagi asik-asik jalan sendirian sambil nyedot Pop Ice yang tinggal ampasnya doank, tiba-tiba gak sengaja ngeliat ada cewek cantik dan tampangnya ngegemesin lagi gandengan sama cowok dekil, item, rambutnya jarang, dan berlendir.  

Pasti, iya pasti perasaan kita enggak terima banget. Ngerasa dunia enggak adil. Ada cowok yang gak ada ganteng-gantengnya sama sekali bisa gandeng cewek cakep, sementara elo yang masih ada ekstrak ganteng dalam diri gandengannya sama gelas Pop Ice.

Biasanya yang sering terjadi setelah itu sih sering muncul black campaigne yang menyerang sang cowok tadi.


“Anjrit! Tuh cowok pasti muridnya ki Joko Bego! Cewek secantik itu mau aja dipacarin sama cowok yang kepalanya mirip ikan bandeng!”

“Kampret! Tuh cowok pasti make jimat! Pasti make jimat! Kalo gak, gak mungkin tuh cewek mau sama dia! Hidungnya aja enggak simetris!”

“Waah ini tanda-tanda kiamat sudah dekat nih! Orang jelek mulai menunjukkan taringnya! Nih cowok pasti baru pulang dari dukun terkenal nih! Nih cowok pasti abis dari kuburannya Kakek Cangkul!”

Ya... kalo ada cowok dekil, hidup dan enggak enak dipandang punya pacar yang cantik pasti fitnahnya langsung ke hal-hal yang berbau klenik. Pake jimatlah, pake susuklah, pake behalah.. pokoknya pake-pakean lainnya deh.

Padahal kita sendiri gak tau, mungkin saja dibalik kenyataan yang kita lihat ada cowok dengan kualitas menyedihkan gandengan sama pacarnya yang cantik itu ada perjalanan spiritual yang melelahkan dan mengena di hati. Banyak alasan masuk akal yang sebenernya bisa dijadikan pembelaan buat para cowok bermuka tidak sedap dipandang.

Seperti ini nih..

Tajir

Walaupun cowok jeleknya begitu menjadi-jadi, tapi kalau ternyata dia tajir, ya mau gimana lagi. Kadang ada cewek yang lebih suka sama cowok yang tajir dan bisa memenuhi kebutuhannya dengan jumawa. Selalu ada disaat ceweknya butuh. Butuh shopping, butuh ke salon dan butuh pembalut. Semua kebutuhan itu emang seringnya mutlak bagi cewek. Dan kalo cowok yang jeleknya menjadi-jadi itu bisa memenuhi semua kebutuhannya dengan santai. Ya... wajarlah... kalo ceweknya mau. Daripada elo, walaupun jeleknya gak menjadi-jadi tapi tiap akhir bulan sukanya ngeremukin mie instant.

Baik

Cowok ganteng emang banyak, tapi  yang sifatnya baik belum tentu. Ya.. sapa tau juga kan, si cewek udah lelah pacaran sama cowok ganteng gara-gara pernah punya masa lalu kelam. Udah pacaran setahun, si cewek baru tau kalo ternyata cowoknya ganteng-ganteng serigala. Gak keren banget, ketek yang berbulu enggak seberapa aja baunya sering nyiksa, apalagi jadi serigala, sekujur tubuh berbulu, jadi bau parah donk.

Nah.. maka dari itu, kebaikan adalah hal yang utama. Walaupun cowoknya jelek tak terkira. Tapi kalau bisa bikin cewek nyaman, ya mau gimana lagi. Bisa selalu ngasih bahu buat bersandar, bisa anter jemput tiap hari, bisa cabutin rumput halaman depan, bisa ngepel, bisa nguras bak mandi. Ya, kadang cowok jelek baik hati sama tukang kebun emang beda tipis. Seenggaknya cowoknya baik, daripada udah jelek ternyata nyakitin. Entar ada sinetron versi terbaru judulnya jelek-jelek anoa. Kan enggak keren.

Artis

Cewek cenderung lebih memilih punya pacar jelek tapi artis, daripada cowok ganteng tapi kerjaannya tukang angkat galon. Seenggaknya punya pacar jelek namun artis masih ada yang bisa dibanggain kalo kenalan. Misalnya, “Hai.. kenalin nih cowok gue. Dia vokalis band, dulunya jualan es cendol”, masih bisa bangga, dikit. Itu kalau contoh dalam negeri.


Contoh luar negeri lebih gampang lagi, liat aja pemain bola afrika, ceweknya kebanyakan model. Kalo susah lagi, liat pemain  timnas Italia, Mario Balotelli. Nah kan.. kalo jelek-jelek ternyata artis, ya wajar aja kan punya pacar cantik.

sumber

Humoris / Lucu


Cowok yang mukanya di bawah standar, lebih punya potensi dalam diri untuk tumbuh menjadi sosok laki-laki yang humoris, suka ngelucu, suka bikin orang ketawa. Orang-orang kayak gini, biasanya yang paling banyak jadi idaman para cewek buat dijadiin pacar biar niatnya bisa senantiasa menghibur. Jadi, untuk kategori ini, cowok dengan ganteng minimalis masih punya harapan untuk unjuk kelucuan. Beberapa diantaranya udah membuktikan sendiri seperti Fico, Babe Cabiita, Ari Kriting dan Yudha Keling, walaupun mungkin gue gak enak buat ngomong. Kenyataannya mereka enggak ganteng-ganteng amat bahkan amat-amat enggak ganteng. Dan lihat aja, tiap abis perform stand up comedy banyak cewek unyu yang ngajakin foto bareng. Bukankah itu syahdu.

Iya, cewek suka sama cowok yang suka bikin ketawa, bikin bahagia, bikin hidupnya enggak ngebosenin. Jadi jangan suka memvonis dengan semena-mena. Siapa tau cowok enggak ganteng yang lagi gandeng cewek cantik itu ternyata cowok yang lucu.

Ceweknya Katarak

Cowok enggak ganteng jalan sama cewek yang cantiknya bikin mimisan, jalan mesra sambil gandengan, ternyata emang yang ceweknya penglihatannya kurang tajam, kurang jelas. Iya, makanya jalannya gandengan sama cowok, makanya gandengannya sama cowok yang amat enggak ganteng. Bukan karena persoalan cowoknya pelanggan dukun, bukan karena cowoknya pake susuk, atau cowoknya suka minum kiranti. Tapi ya, emang ceweknya yang matanya katarak. Mau gimana lagi kalau kenyataannya gitu? Kita yang ngeliat harus bisa legowo.

Nah... beberapa alasan cowok enggak ganteng bisa punya cewek cakep udah gue jelasin. Mungkin ada yang kurang berkenan, mungkin juga ada yang ngerasa bener. Enggak ganteng, punya cewek cakep, gara-gara salah satu hal di atas. Ya... anggap aja itu rejeki.

Bagaimanapun juga ini Indonesia, bung! Keadilan masih susah ditegakkan. Perasaan nyesek akibat jomblo menahun ditambah perasaan ‘enggak terima’ gara-gara ada pasangan yang enggak layak dipandang sama sekali masih harus sering dirasain dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa ini belum mampu berbuat adil. Tingkat kesetaraan dan kepantasan dalam berpacaran belum diatur dalam undang-undang. Kalian hanya harus berlatih kesabaran... yang jomblo jangan kalah sama cowok yang enggak ganteng dan jangan jedotin pantat ke tembok gara-gara enggak bisa nerima kenyataan.

Nah.. kalo menurut kalian ada alasan lain yang bikin cowok jelek bisa punya cewek  cakep?

Minggu, Oktober 19, 2014

Giveaway Lelaki Gagal Gaul

Oktober 19, 2014

Layaknya orang pacaran yang senantiasa memperingati tanggal jadian. Mulai dari satu jam-an,  satu harian, satu bulanan, satu tahunan, sampai satu abadan. Gue juga ada niatan buat ikut-ikutan seperti perilaku anak-anak gaul jaman sekarang. Karena jam, hari dan minggu, kesannya terlalu cepat dan gue mudah lelah. Tahun apalagi abad juga kayaknya kelamaan. Maka gue pilih bulan aja yang gak terlalu cepet dan gak terlalu lama.

Nah, untuk memperingati terbitnya buku gue sebulan yang lalu, pada tanggal 19 September. Kali ini gue berniat mau ngadain giveaway yang berhubungan sama buku terbaru gue, ‘Lelaki Gagal Gaul’.

Karena gue tau banyak blogger bermental gratisan yang sudah terlalu mendarah daging. Maka gue persembahkan giveaway ini untuk para blogger yang berharap pengin dapetin buku gue karena penasaran sama isinya tapi keberatan sama harganya.

Jadi bentuk iming-iming di giveaway kali ini adalah:

EMPAT BUKU LELAKI GAGAL GAUL

Dan

Pulsa Rp 10.000
sebagai hadiah pelipur lara untuk satu orang yang agak beruntung.


Nah sekarang perhatikan aturan mainnya:

  • Buat postingan dengan tema “Kegagalan yang Justru Disyukuri” atau semacam “Gagal Membawa Berkah”
  • Mention ke twitter @edotzherjunotz dengan format: Judul (spasi) Link blog (spasi) #KuisLelakiGagalGaul dan tinggalkan link kalian di kotak komentar postingan ini. *Contoh: “Gue Gagal Ganteng” http://edotzherjunotz.com/gue-gagal-ganteng.html #KuisLelakiGagalGaul
  • Enggak diwajibkan follow twitter @edotzherjunotz, karena gue tau, yang wajib aja sering kalian tinggalin.
  • Di dalam postingan sertakan cover buku ‘Lelaki Gagal Gaul’ yang bisa kalian ambil di blog gue, pakai foto buku lelaki gagal gaul juga gak masalah.
  • Di akhir postingan, tulis “Tulisan Ini Diikutsertakan dalam Giveaway Buku Lelaki Gagal Gaul” yang di-link ke postingan ini.
Contoh postingannya gini :

Gue dulu pernah dicalonin jadi ketua BEM Fakultas, gue udah semangat banget karena gue ngerasa jadi ketua BEM Fakultas itu keren, dan gue juga dapet dukungan dari temen jurusan biar bisa menang di fakultas. Tapi ternyata, waktu di konferensi, gue kalah dalam pemilihan suara. Gue gagal jadi ketua BEM Fakultas. Gue gagal terlihat keren.

Ini bukan perkara tentang ‘sakitnya tuh disini..’ lagi, tapi sakitnya di mana-mana. Gue kecewa banget. Gue jadi gak selera makan, gak selera boker, sampai gak selera makan sambil boker.

Gue memang kecewa berat, tapi pada akhirnya gue sadar, ternyata gue lebih baik gagal waktu itu. Karena ternyata jadi ketua BEM Fakultas itu sibuknya ngalahin anggota DPR, terbukti ketua BEM Fakultas yang terpilih malah kewalahan ngurusin BEMnya, mulai dikritisi banyak pihak. Sementara itu, gue gak terlalu sibuk, sehingga masih punya banyak waktu buat nulis dan sms ngacak nomer buat diajakin kenalan, walaupun seringnya justru cowok yang gue dapet. Dan gue ngerasa nyaman, gue gak tau, tapi apa iya ini yang namanya cinta? Ah...  

Karena enggak terlalu sibuk. Beberapa bulan kemudian, gue malah bisa nerbitin buku pertama gue, Cancut Marut. Seandainya gue waktu itu yang jadi ketua BEM Fakultas, mungkin gue justru gak bisa nyelesein naskah gue sampai jadi buku karena kesibukan gue yang terlalu.

Tuh... semacam itu contohnya, kalian bisa kembangin lagi cerita versi gagal membawa berkah yang paling berkah menurut kalian.


Buat menghargai usaha kalian yang udah sepenuh hati ikutan giveaway gue kali ini, satu orang dengan komentar terbanyak di postingan giveaway ini (komentar admin gak dihitung) langsung mendapatkan satu buku Lelaki Gagal Gaul. Nah kan, asik banget.

Giveaway buku ini gue mulai dari sejak postingan ini terbit sampai tanggal 15 November. Dan bakalan gue umumin antara tanggal 18-20 November. Masih banyak waktu buat kalian mikirin cerita yang paling asik buat ditulis. Selamat mencoba.

Sabtu, September 27, 2014

Lelaki Gagal Gaul - 'Kisah Nista Mahasiswa Jelata'

September 27, 2014

Ini adalah buku kedua gue dengan judul yang sesuai dengan harapan gue. Iya, Lelaki Gagal Gaul. Sejak awal gue mengirimkan naskah ini ke penerbit, gue memang udah memakai judul ini. Dan alhamdulilah, editor suka dengan judul yang gue tawarkan. Gue pun enggak perlu menambah beban pikiran untuk mencari alternatif judul lain untuk diajukan ke editor.

Tagline ‘Kisah Nista Mahasiswa Jelata’ pun gue buat enggak terlalu ribet. Gue hanya menawarkan satu tagline itu dan langsung di acc, tagline yang gue harapkan bisa mewakili keseluruhan isi dalam buku gue di mana menceritakan gue sebagai rakyat mahasiswa jelata yang gak populer sama sekali dan terkesan nista.

Ada banyak perbedaan buku Lelaki Gagal Gaul ini dengan buku pertama gue Cancut Marut. Pertama, mungkin jumlah bab yang ada dalam buku. Kalau di Cancut Marut ada 31 bab, buku kedua gue jauh lebih ramping, bahkan gak ada setengahnya. Di buku ini, gue gak pengen terkesan terburu-buru dan tidak mendetail dalam menyelesaikan setiap bab. Jadi jangan kaget kalau kalian akan menemukan bab yang mungkin terasa panjang sampai berlembar-lembar.

Kedua, komedi yang gue tuliskan dalam buku ini mungkin akan terasa lebih halus. Berbeda dengan komedi yang gue gunakan di buku pertama, di mana gue merasa terlalu berlebihan, atau mungkin bahasa cupunya, lebay. Nah, di buku ini gue mencoba untuk tidak membuat berlebihan. Walaupun (mungkin) tetap ada beberapa bab yang komedinya masih terlalu ‘penuh’.

Gue harap sih, para pembaca buku Cancut Marut enggak akan kaget ketika mulai membaca Lelaki Gagal Gaul karena gaya tulisan gue mungkin akan terasa beda, dan gue berharap buku gue bisa tetap menghibur. Oh iya, kalian gak usah khawatir, font di buku Lelaki Gagal Gaul sangat bersahabat dan gak bakal ngajakin berantem lagi gara-gara terlalu kecil dan bikin ‘enggak santai’ di mata. hehe..

Inti dari buku Lelaki Gagal Gaul ini sendiri sebenernya tentang harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Beberapa diantaranya berujung dengan kegagalan, ada yang berujung enggak terlalu nyesek, ada juga yang berujung dengan rasa nyesek yang terlalu.

Ini blurb dari buku Lelaki Gagal Gaul:


Gagal.

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Entah itu gagal dalam berpacaran atau gagal mengajak pacaran. Begitu juga dengan gue, mahasiswa calon guru SD yang masa kuliahnya lebih sering diisi dengan kegagalan yang membuat gue harus sering-sering mengelus dada. 

Dari setiap kegagalan yang gue alami. Sebagai seorang lelaki, gue merasa telah gagal untuk menjadi anak gaul yang seutuhnya, tetapi dari semua kegagalan itu, gue pun akhirnya memahami makna kegagalan yang sesungguhnya. Di balik setiap pedihnya kegagalan, akan ada momen indah yang datang setelahnya.

Untuk bocoran isinya sendiri, gue akan membahas bagaimana rasanya tersiksa ipeka gara-gara dosen yang memberi nilai sekenanya, sementara perjuangan selama satu semester benar-benar sangat menguras tenaga. Kemudian ada juga cerita tentang pedihnya dimusuhin dosen, tanpa dukungan dari teman-teman, dan itu bener-bener nyakitin.

Gue juga akan bercerita tentang alternatif cara mengupil yang elegan, dengan level  kesulitan yang bervariasi dan sesuai dengan khazanah mahasiswa. Selain lelaki gagal gaul, di buku ini juga akan ada cerita tentang wanita gagal gaul. Jadi gak cuma lelaki, wanita juga bisa menjelma menjadi sosok gagal gaul yang tingkahnya bikin geli. Kalian nanti bisa baca sendiri seberapa gagal gaulnya wanita yang gue ceritakan dalam buku ini. Gak cuma itu, nantinya juga ada beberapa bab menggairahkan lainnya yang bikin kalian tertawa pilu.

Buku ini udah bisa kalian dapatkan di gramedia dan toko buku Indonesia mulai awal Oktober dengan harga Rp 49.000,- . Iya, memang agak mahal, tapi gak masalah karena buku gue ini emang tebalnya sampai 254 halaman.

Kalau kalian kepengin dapetin secara online, kalian bisa langsung kesini aja --> @pengenbuku, @parcelbuku, atau @bukukita

Nah, sekarang saatnya buat kalian yang berniat PHP di kotak komentar, gue kasih kesempatan :P

Sabtu, September 13, 2014

Cover Fix Buku Lelaki Gagal Gaul

September 13, 2014

Akhir-akhir ini gue sering kangen sama masa-masa mahasiswa. Meskipun pada masa itu gue harus hidup dengan asupan gizi yang memprihatinkan, tapi setidaknya gue masih punya banyak waktu untuk merebahkan diri yang kusam ini di atas kasur.

Beda dengan keadaan gue yang sekarang, gue bener-bener hampir lupa gimana caranya tiduran di atas kasur di waktu siang. Aktivitas gue tinggi, padahal gue enggak ikutan bisnis MLM yang harus sering beraksi sana sini untuk menawarkan impian-impian yang bikin bergairah menjalani hidup meskipun dengan status jomblo dekil.

Gue sering bilang kalau gue mulai kewalahan dengan waktu menulis gue yang semakin sempit, akan tetapi gue tetap mencoba sepenuh hati untuk mengisi blog ini dengan tulisan alakadarnya walaupun enggak mutu sekalipun. Gue gak akan tega kalau harus bener-bener meninggalkan blog ini sendirian. Iya, karena gue tau sendirian itu gak enak. Iya kan, Mblo?

Jadi gini.. di postingan kali ini gue mau ngucapin makasih banget buat anak-anak Blogger Energy yang udah mempercayakan sebuah award yang baru pernah ada di dunia perbloggeran dan hanya sekali dikeluarkan di tahun 2014 ini. Di tengah kesibukan yang telah mendarah daging dalam pantat gue, gue diberi kepercayaan sama temen-temen buat ngedapetin award “Ranger Terfavorit 2014’.


Gue cuma bisa nyengir... seneng, bahagia, terharu dan gak nyangka karena sebenernya masih ada ranger lain yang lebih produktif dari gue, lebih sering menyapa di grup daripada gue dan yang jelas lebih ganteng daripada gue. Jujur aja gue merasa lega, event ini diberi nama Ranger Terfavorit, seandainya event ini diberi nama Ranger Terganteng, mungkin gue hanya akan dapet satu suara, dan itu gue sendiri yang nge-vote.

Ya intinya gue mau ngucapin makasih banget buat yang udah milih gue, mempercayakan award ini kepada gue, dan juga buat temen-temen Blogger Energy yang udah ikut meramaikan dan menyisihkan waktunya untuk ikutan vote di Blogger Energy. Itu jadi bukti bahwa Blogger Energy masih menjadi tempat yang ‘penting’ buat kalian. Gue juga ngucapin makasih banget buat ranger lainnya, yang selama ini udah bareng-bareng ngurusin BE. Tanpa kalian, gue yakin, BE gak akan segede sekarang. BE juga gak akan bisa nerbitin buku ‘Asem Manis Cinta’. Gue seneng bisa kerja bareng kalian untuk Blogger Energy.

Di postingan kali ini, gue juga mau ngasih tau cover fix dari buku terbaru gue, ‘Lelaki Gagal Gaul’. Kemarin-kemarin gue dikasih tiga pilihan untuk cover buku gue. Begitu gue dapet kiriman calon covernya, gue langsung minta masukan dari temen-temen kira-kira lebih asik yang nomer berapa.

Di BBM, setelah gue itung-itung ternyata banyak yang lebih suka sama cover nomer 1 dan 3. Di facebook gue sendiri gue malah gak tau, mau ngitung bingung, kebanyakan sih... jadi males ngitung.

Tapi setidaknya gue bisa tau gimana respon dari temen-temen tentang cover yang gue perlihatkan. Sementara itu di fanpage penerbitmediakita, kalau gak salah, terakhir gue hitung yang paling banyak justru nomer 1. Ini ironi sekali karena di pemilihan yang lain nomer 1 gak menang dan justru enggak terima kalo dirinya kalah. Untung calon cover gue yang kalah enggak sampai mengajukan gugatan ke MK.

Melihat nomer 1 yang unggul jauh dari nomer 3 apalagi nomer 2. Gue pikir cover gue yang bakalan fix adalah nomer 1. Tapi ternyata gue keliru, hasil akhirnya justru cover nomer 3 yang bakalan dipakai buat cover buku gue. Waktu gue tanya editor gue, dia bilang katanya biar lebih.... apa ya, gue lupa. Intinya balik ke jaman jadul gitu deh. Iya, mungkin ini tersirat bahwa penulisnya udah mulai tua... dan renta.


Gue sendiri kalau disuruh milih, lebih sreg antara nomer 1 dan 3. Nomer 1, emang absurd banget, pakai topi rusa, berjenggot dan jidat agak lebar. Sedangkan nomer 3, kesannya simpel, cowok cupu yang hampir enggak punya hidung. Dan ternyata, penerbit lebih suka dengan tampilan cover nomer 3, dimana cowok cupu yang anggap aja itu penampilan gue, tampil dengan rambut jambul jadul dan iya itu... enggak punya hidung. Huft banget... tapi setidaknya gue bersyukur bahwa di cover kedua buku gue, gue masih punya rambut.

Mungkin maksudnya, dulu gue gundul di buku Cancut Marut (jangan panggil gue botak). Setelah sekian lamanya, akhirnya rambut gue tumbuh, dan terlihatlah gue seperti di buku kedua. Walaupun kenyataan sebenernya, gue dulu punya rambut lalu gue jadi gundul atau mungkin lebih tepat kalau disebut botak.

Kadang yang namanya kenyataan emang menyakitkan, gue bener-bener paham makna kalimat itu.

Ah, udahlah... jangan ngomongin kenyataan mulu. Intinya, cover buku kedua  gue bakalan tampil dengan kesan oldschool. Masa jadul yang masih hitam putih, enggak terlalu rame dan simpel. Gue puas dengan cover fix buku kedua gue. Nah, kalian bisa mulai menabung, atau mulai memikirkan kalimat-kalimat PHP yang bakal kalian tulis di postingan  gue tentang buku ini nantinya. HAHAHA...

Bukunya sendiri sekarang sedang proses cetak, gue juga belum tau kapan terbitnya. Gue kasih sedikit bocoran aja deh, di buku ‘Lelaki Gagal Gaul’ ini, ketika kalian membuka halaman pertama, bab yang akan menyambut kalian adalah ini:


Silahkan menerka-nerka, kira-kira kancut ini akan mengarah kemana dan bagaimana bisa tertukar.

About Us

DiaryTeacher Keder

Blog personal Edot Herjunot yang menceritakan keresahannya sebagai guru SD. Mulai dari cerita ajaib, absurd sampai yang biasa-biasa saja. Sesekali juga suka nulis hal yang nggak penting.




Random

randomposts