Wisuda, (baca: wisuda dengan koma)

Akhirnya hari Sabtu ini datang juga... hari yang sekian lama teman-teman gue nantikan. Sebuah hari yang hebat dan akan menjadi kebanggaan untuk terus dikenang setelah hari ini dilalui. 

Ini adalah sebuah hasil dari perjuangan selama empat tahun menjalani hari-hari sebagai mahasiswa. Beban tugas, beban akhir bulan serta beban perasaan, berhasil mereka taklukkan  hingga akhirnya mereka dapat berada disini, mengenakan toga, untuk... wisuda.

Teman-teman gue satu angkatan, satu perjuangan, satu kelas. Mereka akhirnya berhasil mendapatkan gelar sarjana pendidikan yang sudah menjadi tujuan utama mereka empat tahun yang lalu. 

Hari ini gue menyaksikan kebahagiaan mereka. Gue menyaksikan betapa bangganya mereka hari ini, ketika mereka diwisuda. Jujur gue seneng dengan apa yang udah teman-teman gue capai. Mereka memang sangat berhak merasakan bahagia dihari ini setelah perjuangan keras mereka menghadapi badai skripsi selama berbulan-bulan. Yah, walaupun ada beberapa yang berjuang dengan sangat biasa-biasa saja, bahkan cenderung enggak menderita sama sekali karena kebetulan mereka dapet dosen pembimbing skripsi yang berhati mulia dan tidak sombong.

Dibalik kebahagiaan gue menyaksikan kebahagiaan mereka yang telah menciptakan kebahagiaan lain untuk orang tua masing-masing. Ada rasa nyesek yang begitu dalam di hati gue. Ini bukan karena gue iri atau sensi. Gue sadar, dengan diwisudanya mereka hari ini. Gue pun resmi kehilangan momen-momen bersama teman-teman gue seperti saat masih kuliah dulu.

Gue masih mahasiswa. Mereka bukan lagi mahasiswa...

Intim Berdua Bersama Ada Band

Hari Sabtu, 21 September 2013 kemarin kampus gue IKIP PGRI Semarang ngadain acara 'Malam Inagurasi' dengan bintang tamu Ada Band. Sebagai salah satu anak BEM yang jadi panitia, gue merasa anak BEM juga harus jadi bintang tamu. Yap.. anak BEM juga punya band gaul, nama band-nya 'Ada BEM'. Ini enggak kalah keren sama Ada Band, walaupun emang kalah jauh banget kalo ngomongin ganteng.

Ini adalah tahun kedua kampus gue mengundang band ternama buat acara malam inagurasi setelah tahun sebelumnya Sheila On 7 yang jadi bintang tamu. Buat gue, ini adalah kemajuan yang luar biasa mengingat di tahun gue masuk ke kampus gak ada yang namanya malam inagurasi, boro-boro band ternama yang dateng, Ustadz ternama yang dateng aja gak ada. Gue berharap banget waktu itu Ustadz Maulana bisa ngisi di kampus gue, tapi kayaknya dia sekarang pindah kerja jadi Tour Guide jemaah haji, kemarin gue liat tipi, dia bilang, "Astaghfirullah Jama'ah....."

Malam inagurasi tahun ini sangat spesial buat gue. Karena ditahun ini gue ikutan jadi panitia penyelenggara Malam Inagurasi. Walaupun job gue cuma nyalain kembang api setelah Pak Rektor resmi menutup kegiatan POEMA yang udah berlangsung selama tiga hari. Oh iya, gue lupa jelasin malam inagurasi itu acara seperti apaan sih?

Malam inagurasi itu semacam welcome party buat para mahasiswa baru yang selama tiga hari sebelumnya udah ngikutin POEMA atau biasa disebut ospek di kampus lain. Dan malam inagurasi ini jadi semacam penutupan kegiatan ospek sekaligus hiburan buat para mahasiswa baru.

Pemilihan Ada Band buat bintang tamu juga melalui proses yang cukup panjang, setelah awalnya ada tiga opsi, yaitu : Seventeen, Lyla dan Ada Band. Gue sempet ngusulin ke presiden BEM mending ngundang band produk kampus, ada kok band yang kerennya sampe tumpeh-tumpeh, namanya "Kangen BEM", tapi Presiden gak setuju, ini nyakitin banget... akhirnya ketiga band yang  jadi usulan dipolling aja. Sampai akhirnya Ada Band yang terpilih.

Insiden Kunci Yang Terkunci

Ada hal yang perlu gue kasih tau sama kalian, bahwa kekuatan satu kunci motor kecil ternyata bisa merubah suasana hati seseorang, seperti gue.


Jadi kemarin malem, gue dapet panggilan tugas dari cewek gue, buat nganterin harddisk eksternal punya gue karena ada sesuatu yang penting di dalemnya. Hal yang penting itu jauh lebih berharga dari ratusan file 3gp yang ter-hidden di suatu folder dalam harddisk gue. Oh iya, kalian enggak salah baca. Itu tulisannya beneran, buat cewek gue. Jadi udah jelas ya, sekarang kalian tau, gue bukan tuna asmara. Gue cowok dan gue laku.

Ada salah satu kebiasaan buruk mahasiwa, mereka biasanya suka males ngisi bensin di motornya kalo bensinnya belum sekarat-sekarat banget. Gue contoh nyatanya. Malem itu, sebelum gue melakukan prosesi pengantaran harddisk eksternal menuju rumah cewek gue, gue udah dihebohkan dengan sesosok benda kecil, imut dan agak panjang. Namanya kunci motor.

Niatnya sih gue mau ngecek tangki bensin dulu seberapa sekaratnya, begitu gue cari di kamar ternyata kunci motor gue enggak ada, gue cari di kamar temen, enggak ada juga. Bahkan gue cari diantara belahan pantat temen gue, gak ketemu juga. Gue mulai panik, iya gue panik.. sempet mau gue coba miskol, tapi gue enggak tau nomer hape kunci motor gue.

Pesan Mahasiswa Tua Kepada Mahasiswa Baru

Waaah.. kerasa banget udah masuk bulan September, itu artinya bentar lagi kampus gue bakalan ngadain yang namanya 'Poema' atau bahasa ribetnya Pekan Orientasi Mahasiswa, mungkin kalau di kampus lain bisa dikatakan Poema ini sama persis dengan yang namanya ospek. 

Sampai sekarang, sampai setua ini, gue sendiri enggak tau siapa orang yang pertama kali ngusulin pake nama POEMA ketimbang Ospek di kampus gue. Ini bener-bener kurang elit dan terkesan memaksakan. Cara bacanya yang bener aja gue masih kurang paham, antara PUMA atau PO-E-MA. Ribet, enggak efektif, kurang higienis dan kandungan zat besinya kurang.

Sebelumnya gue udah pernah kali ya, ngomongin ospek. Dibuku gue cancut marut bab pertama juga ada. Jadi, kali ini gue lebih memilih untuk menyoroti perihal 'mahasiswa baru'.






Buat kalian nih, para mahasiswa baru yang lagi pada girang-girangnya dengan status mahasiswa yang baru aja didapet. Iya, iya.. kalian keren kok, beruntung banget bisa ngerasain yang namanya kuliah dan bakalan ngerasain kebebasan sebagai anak kos.

Gue juga tau, kalian mungkin saat ini pada enggak sabar buat buru-buru nyobain almamater kampus kebanggaan dipake ospek ke kampus. Atau mungkin? Ada yang udah poto-poto duluan pake almamater terus diupload ke segala macam jejaring sosial. Yah, namanya juga baru ngerasain, beberapa tahun lagi palingan stres gara-gara masih pake almamater mulu enggak lulus-lulus.
Oh ya, sedikit pengalaman gue jaman dulu, saking bangganya dengan kampus. Hari pertama gue masuk kuliah, gue dan temen gue yang namanya Sidul dengan elegan berangkat ke kampus naik motor pake almamater ke kampus. Iya, gue ngerasa keliatan keren banget pagi itu. Tapi begitu nyampe parkiran, gue celingak-celinguk ngeliat mahasiswa lain dan ternyata gak ada satupun yang pakai almamater.

Ini gaul yang syahdu sekali dan tanpa rencana. Jadilah pagi itu gue seperti mahasiswa semester tua yang lagi mau PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) atau KKN (Kuliah Kerja Nyata). Gue sukses terlihat tua di hari pertama gue kuliah sebagai mahasiswa...

Itu sedikit pelajaran yang enggak berharga dari gue. Pokoknya ingat, kuliah enggak pakai almamater!

Sebagai mahasiswa baru, gue pun yakin. Banyak hal yang belum kalian pahami tentang seluk beluk dunia perkuliahan. Padahal, pelajaran ini sangat perlu kalian ketahui untuk bekal hidup terjamin semasa kuliah sehingga kalian enggak hilang arah dan tersesat parah.

Berikut gue kasih beberapa poin penting yang berhubungan dengan dunia kuliah :

1. Ikut UKM
Bagi gue, ikut UKM itu wajib hukumnya. Karena dengan ikut salah satu UKM kalian akan dapat pelajaran banyak hal. Misal nih, kalian ikut yang namanya UKM Rebana. Disitu nanti kalian akan banyak belajar cara bermain rebana yang baik dan belum tentu benar. Lewat UKM rebana pula kalian akan dapet banyak teman dari jurusan lain, dan tentu saja dengan ikut UKM siapa tau kalian bisa dapet jodoh. Iya, ngarep. Tapi gak ada salahnya. Lebih positifnya lagi, kalau kalian punya obsesi jadi anak band tapi gagal, kalian bisa menghibur diri di UKM Rebana, kalian bisa bikin grup dengan nama 'Rebana Boyz' atau simpelnya 'Band Keplak'. Iya, karena main rebana kan biasanya dengan cara dikeplak-keplak.

Oh iya, gue lupa. Mungkin kalian belum tau apa itu UKM. Kalau di jaman sekolah, UKM ini sama seperti ekstrakurikuler, persis! Jadi kalian pasti paham kan. Nah, itu tadi cuma contoh kecil. Intinya sih, seandainya di bidang akademik kalian enggak terlalu menonjol. Setidaknya kalian punya skill yang bisa digunakan buat bekal suatu saat nanti ketika kalian udah lulus. Serius deh..

2. Jangan Kebanyakan Ikut UKM
Sebagai mahasiswa baru, gue tau. Kalian pasti sedang berusaha mencari jati diri yang sesungguhnya. Kalian mudah tertarik ikut berbagai macam UKM. Seperti futsal, basket, paduan suara, seni tari, drama dan boyband. Gak usah serakah! Belajar dari pengamatan gue selama empat tahun lebih sebagai mahasiswa. Sangat-sangat jarang sekali ada orang yang bisa eksis lebih dari satu UKM. Kalaupun ada, mereka enggak akan bisa jadi mahasiswa yang populer di UKM-nya. Jadi saran gue, mantapkan pilihan kalian buat memilih UKM yang tepat.

3. Hindari Temen yang Ngajak Bisnis
Mahasiswa baru adalah ladang utama para pebisnis MLM. Ini semua terjadi karena mahasiswa baru kebanyakan masih lugu-lugu. Iya, karena dulu gue juga pernah jadi korban MLM di semester satu saat gue masih terlihat lugu.

Jadi, kalau ada teman atau orang tak dikenal yang mengajak kalian berbisnis yang belum jelas, jangan mau. Karena itu hanyalah strategi mengajak kalian ke suatu tempat untuk bertemu dengan seorang leader dari mereka. Setelah itu kalian akan mendapatkan sebuah skema pencucian otak yang sempurna. Kalian akan diperlihatkan bukti-bukti kesuksesan yang mencengangkan dan bikin ngiri. Dalam fase ini, kalian akan berpikir bisnis ini sangat mudah, namun kenyataannya lebih sulit dari sekedar wisuda tepat waktu. Ciyus..

Oh iya, gue lupa ngasih tau, MLM itu istilah simpelnya bisnis Mulut Lewat Mulut, jadi kerjaannya nanti kalian nyari orang yang mau diajak gabung dengan membayar sejumlah uang, nanti orang yang kalian ajak itu bakalan nyari orang lagi. Begitu seterusnya sampai sinetron Tukang Bubur Naik Kursi tamat.

4. Jangan Mikirin Skripsi
Banyak orang yang berpendapat, biar kuliahnya cepat selesai, mulailah memikirikan skripsi dari semester awal. 
Itu salah... Hal.Ini.Justru.Sangat.Fatal.

Coba deh bayangin, misal kalian udah mikirin skripsi dari awal, udah bikin judul, udah nyari referensi, udah mulai bikin proposal skripsi. Tinggal nunggu saatnya skripsi datang..

Beberapa tahun kemudian, saat waktu untuk skripsi telah dimulai, kalian ketemu dosen pembimbing untuk pertama kalinya dan dengan bangganya langsung bimbingan judul. Diluar dugaan, judul kalian dianggap enggak menarik, kurang update, gak efektif. Judul skripsi kalian ditolak, yaaah, nangis.. Nangis deh...

Makanya, jangan pernah mikirin skripsi selama kalian belum benar-benar bertemu skripsi. Biarkan waktu yang menuntun kalian untuk benar-benar berjuang melawan skrispi pada masa yang udah dikehendaki. Jangan pernah mencoba mendahului takdir. Mending nikmati aja masa kuliah kalian.

5. Jangan Terlalu Semangat
Masa kuliah itu lebih panjang dari sekolah SMP atau SMA. Kecuali, kalau kalian pernah enggak naik kelas dimasa itu.

Nah, karena kuliah itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi, kalian enggak perlu terlalu semangat ngejalaninnya. Gara-gara terlalu semangat bisa-bisa baru semester empat semangat kalian udah abis, kuliah jadi males. Jadi rajin nitip absen, jadi jarang ganti kancut.

Selain itu permasalahan IPK. Kalau misal ada yang belum tau apa itu IPK, IPK tuh sama seperti raport di jaman sekolah kalian. Bedanya, kalau udah jadi mahasiswa, orang tua gak perlu dateng ke kampus ngambilin kartu hasil studi kalian.

Nah, bagi yang kuliahnya kenceng biasanya hal itu berbanding lurus dengan IPK, sampai semester tujuh IPK-nya masih bisa dikatakan cumlaude. Tapi hal itu gak ada artinya kalau skripsi kalian gak selesai-selesai.

Nasib mahasiswa pada fase 'skripsi' itu hanya Tuhan dan dosen pembimbing yang tahu. Mahasiswa hanya bisa berencana, Tuhan yang mentakdirkan, dosen pembimbing yang menentukan. Jadi saran gue, kuliah gak usah pinter-pinter banget. Kalau kalian punya IPK yang bikin mata silau, kalau bisa sedekahin kepada mereka yang membutuhkan, mereka-mereka yang selalu kekurangan IPK.


Nah, demikian sedikit tip dari gue yang notabene mahasiswa tua buat kalian para mahasiswa baru. Lewat tip ini gue harap kalian bisa semakin mantap menjejakkan kaki di dunia mahasiswa. Dunia yang konon katanya bisa membuat air takjin menjadi sangat berarti. Gue tau, kondisi kampus di daerah masing-masing itu berbeda. Kalau gue baca dengan seksama, penjelasan gue diatas itu cocok diterapkan di kampus yang beriklim tropis. Jadi, silakan lihat-lihat dulu iklim apa yang ada di kampus kalian.

Oh iya, kalau ada mahasiswa tua lainnya yang mau berbagi pengetahuan juga buat mahasiswa baru, share aja di kotak komentar ya..

Sumber gambar: www.ngampusaja.com