Jawaban Absurd yang Gue Enggak Tahu Arahnya Kemana

Belakangan ini, gue udah mulai terbiasa menjalani rutinitas sebagai guru SD. Meskipun cara mengajar gue layak dipertanyakan, niatnya mencerdaskan atau menjerumuskan. Tapi buat gue itu semua enggak jadi masalah, selama orang tua siswa di sekolah enggak mengajukan hak angketnya buat gue.

Selama setengah tahun lebih gue ngajar anak kelas 3 SD. Ternyata banyak hal-hal enggak terduga yang sering bikin gue ngakak tiba-tiba. Mulai dari omongannya yang kadang enggak mutu sampai jawaban mereka yang juga enggak mutu tiap gue ngasih soal.

Iya, tiap gue ngasih soal, selalu saja ada sehelai dua helai siswa yang kalo ngisi lembar jawab suka ngasal dan sulit ditebak jawabannya mau mengarah kemana. Bahkan kadang bikin gue geleng-geleng kepala. Iya geleng-gelengin kepala, kepalanya kepala sekolah.

Dari sekian banyak jawaban yang berlalu lalang dalam karir gue sebagai guru SD. Jawaban-jawaban absurd mereka ada yang gue lewatkan begitu saja, juga ada beberapa yang sengaja gue foto. Bukan ingin mengekspos betapa enggak mutunya jawaban mereka. Tapi ini lebih kepada betapa polosnya jawaban mereka. Iya, jawaban-jawaban absurd dan enggak ketebak, yang menurut gue akhirnya terpikirkan oleh mereka karena mereka udah mentok enggak tahu mau jawab apa.

Nah, berikut ini ada beberapa jawaban dari anak-anak kelas tiga yang sempet gue abadikan lewat foto. Lihat deh...


Jadi ceritanya, ini soal yang gue kasih waktu pelajaran IPS. Soalnya simpel, ‘bagaimana cara merawat atau memperlakukan lingkungan buatan’. Sayangnya, anak yang satu ini salah persepsi. Entah kenapa jawabannya malah jadi kegunaan atau fungsi lingkungan buatan di sekitar kita.

Kerennya lagi, udah salah persepsi, tetep aja jawabnya salah.

Gue masih memikirkan bagaimana ceritanya darat, untuk memancing ikan. Niatnya gue nanti pengen open forum sama menteri kelautan dan perikanan, Bu Susi Pudjiastuti untuk membahas ini.

Selanjutnya, jawaban: Pantai, untuk adus. Gue emang udah pernah ngajarin makna ‘bhinneka tunggal ika’ sama anak-anak yang artinya, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Tapi bukan berarti, kalo lagi pelajaran IPS. Jawabannya boleh pake bahasa jawa.

Fyi, adus itu bahasa jawa yang artinya mandi.

Yang terakhir, sawah untuk menanam bunga. Ah... rasanya gue jadi pengen berlutut, memegang pundaknya, gue tatap matanya. Lalu gue bilang, “Nak.. petikkan Pak Guru bunga yang ada di sawah ya, satu saja, enggak pake kol.” sambil guenya mengangguk pelan.


Materi IPA kelas tiga salah satunya materi tentang proses terjadinya hujan. Sebagai guru yang baik, gue pun menjelaskan proses terjadinya hujan dengan bantuan media pembelajaran yang baru aja dibeli sekolah pake duit BOS seharga 800 ribu rupiah.

Berulang-ulang gue menjelaskan secara lambat dan cepat, niatnya biar mereka bisa bener-bener paham. Kemudian, untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman mereka akan materi yang baru aja gue sampaikan. Anak-anak gue suruh menuliskan kembali proses terjadinya hujan pake bahasa mereka sendiri. Dan dari sekian banyak jawaban absurd yang enggak nyambung bahkan gue enggak paham apa yang mereka omongin. Ada satu jawaban yang menurut gue udah tepat. Tapi gue terharu dengan satu kata yang ditulisnya di akhir kalimat.

TAMAT.

Keren... siswa gue yang ini punya bakat jadi penulis. Gue bahkan enggak kepikiran untuk menjelaskan mereka perlu menuliskan kata tamat sebagai akhir dari tulisan mereka sendiri. Kelak, kalo mereka mau daftar BPJS, selesai ngisi formulir. Pasti juga bakal ditambahin kata TAMAT. Itu cerdas.

Karena jawabannya cukup sesuai dengan apa yang gue jelaskan, anak ini gue kasih nilai A. Dan jangan tanya apa indikatornya gue ngasih nilai A, gue cuma kira-kira aja, biar enggak ribet.


Selanjutnya UTS bahasa inggris kemarin. Emang sih bukan gue yang ngajar, karena bahasa inggris gue sendiri juga payah banget. Nah, kebetulan seminggu setelah UTS, guru bahasa inggrisnya ada acara, jadi enggak bisa masuk kelas. Akhirnya, gue yang gantiin dan nyuruh mereka ngerjain ulang soal UTS kemarin.

Dan gue dibuat tercengang sama jawaban anak-anak di romawi ke-III.

Ada soal: what are the meaning these words!

a. farmer
b. sailor
c. teacher       
                                                                                                                                
Setau gue sih mereka suruh nyebutin arti dari ketiga bahasa inggris di atas, dan herannya, ternyata ada siswa yang jawab cuma salah satu, ada yang jawabnya ‘C. Teacher’ , yang satu cuma ‘B’.

Waktu itu gue pengen berbisik lirih di telinga siswa gue, “Nak... ini bukan soal pilihan ganda. Kamu harus move on dari pilihan ganda nak. Move on, Nak, move on...”

Terus ada lagi siswa yang udah cukup paham dengan maksud soalnya, tapi malah jawabnya ngasal banget. Sailor dianggapnya ‘ketek’. Untung yang ngajar bukan gue, gue enggak bisa disalahkan untuk jawaban yang begitu sesat ini.


 Soalnya simpel, ‘Apa yang kamu lakukan jika tetanggamu ada yang meninggal?’

 
Jawaban di baris pertama udah bener, melayat dan didoakan bla.. bla.. bla, tapi karena terlalu kreatif atau mungkin suka berimprovisasi, anak yang satu ini jadi nambahin jawaban takbiratul ihram segala. Semaleman gue mikirin kejadian ini, mencari benang merah antara melayat tetangga yang meninggal dan takbiratul ihram. Gue gagal... mungkin siswa gue yang satu ini, pengen ikutan sholat jenazah sekalian. Gue mencoba positif thinking.


Ini waktu gue lagi ngajar mapel Bahasa Indonesia. Gue lagi ngajarin pokok bahasan membuat puisi. Di buku paketnya, ada perintah anak-anak suruh membuat puisi dari gambar yang ada di buku. Dan gambarnya waktu itu adalah pesawat.

Dan lihatlah, puisi yang dibuat siswa gue tentang pesawat.

Pesawat... kau dikagumi seluruh dunia
Tidak ada satu pun kekuranganmu

Gue gak nyangka, pesawat bisa sekeren ini.. sampai dikagumi seluruh dunia. Ini pesawat udah kayak One Direction aja. Sampai-sampai gak ada kekurangannya. Ah, pesawat... kamu bener-bener sempurna.

Bagaikan cinta  yang sudah menumpuk
Pesawat kau seperti keluargaku sendiri

Entah apa hubungannya antara cinta yang sudah menumpuk dengan anggapan seperti keluarganya sendiri. Tapi gue kagum, ternyata siswa gue ada yang mempunyai hubungan keluarga sama pesawat. Gue penasaran, pesawatnya udah didaftarin BPJS apa belum.

Pesawat kau selalu menemaniku saat sedih
Oh pesawat kau separuh hatiku

Gue jadi kepikiran sesekali pengin bikin siswa gue yang ini sedih. Gue pengin nunjukkin pesawat itu benda yang jujur apa enggak. Gue pengin liat pesawat yang dikagumi siswa gue bener-bener nemenin waktu sedih apa nggak. Jangan sampe kayak cowok-cowok di luar sana yang sukanya PHP doang.

Sebagai guru yang baik, gue enggak mau siswa gue di PHP sama pesawat. Soalnya siswa gue udah menganggap pesawat sebagai separuh hatinya. Udah kayak Ariel Noah aja nih anak. Tapi lumayan sih, daripada siswa gue nganggep pesawat sebagai pujaan hatinya. Dia jadi kayak Andika eks Kangen Band. Sungguh tidak elit.

Oh pesawat bagaikan burungku yang terbang
Oh pesawat kau tidak akan kulupakan

Gue sih enggak tau burungnya siswa gue yang terbang kayak gimana. Pertama, karena siswa gue ini cewek. Jadi kalo burung yang dipake pipis, itu enggak mungkin. Kedua, ada banyak jenis burung di dunia ini. Kalo burungnya burung merpati atau burung elang sih fine-fine aja. Tapi kalo burungnya, burung bapaknya yang diklaim jadi miliknya. Ah gue jadi parno. Ngebayangin bentuk pesawat yang mirip burung bapaknya. Pasti ... ah gak tega nyebutinnya.

Udah gitu enggak bakal dilupain lagi. Kayaknya berkesan banget tuh burung. Sumpah, gue penasaran burungnya kayak gimana bentuknya!

Oh pesawat kau belahan jiwaku
Pesawat kau tidak akan mengotori udara

Syukurlah, anak ini menuliskan belahan jiwa. Bukan pujaan hati seperti yang gue khawatirkan. Dan gue juga bersyukur pesawatnya enggak akan mengotori udara. Semoga memang sudah teruji secara klinis di NTT dan NTB.


Yang terakhir ini, sampai sekarang masih menjadi misteri. Gue berencana membawa jawaban siswa gue yang satu ini ke badan antariksa dunia atau ke sejarawan terkemuka. Gara-gara baca jawaban ini, gue merasa perlu belajar dan belajar lagi. karena masih banyak hal yang belum gue tau di dunia ini. Salah satunya jawaban dari siswa gue yang ini.

 -----

Dunia anak-anak memang penuh misteri. jalan pikirannya bener-bener susah ditebak. Entah apa yang ada di pikiran mereka ketika mereka menuliskan jawaban-jawaban absurd ini. Ya, sebagai guru SD yang biasa nonton BoBoiBoy, sudah seharusnya gue harus memaklumi jawaban mereka yang nyeleneh. Karena dari jawaban tak terduga mereka, kadang hal ini bisa jadi hiburan tersendiri buat gue.

36 Upil

Anjir, ngakak banjir ini baca kelakuan anak SD. :D

Reply

Anjirlah... Ngakak mulu gue baca jawaban - jawabannya.. :)

Reply

Bahahaha.. ngakak!
Gua jadi berpikir mundur waktu di kelas 3 sd. Apa tulisan dan jawaban gua absurd kek gitu -__-

Reply

KAMPRETTTT.... jawaban anak SD emang susah ditebak. ade gue juga suka jawab absurd gitu.

pernah ada soal begini

1. sapi makan.....
2. kupu-kupu makan...

dan dengan kejeniusannya ade gue menjawaB

1. sapi makan MADU
2.kupu-kupu makan MALAM

pas gue tanya, kok Kupu-kupu makan malam? dia pun menjawab. KAN ADA LAGUNYA BANG........

*HENING*

Reply

Kata orang-orang, jawaban anak kecil itu adalah jawaban yang paling jujur. Gue curiga sama anak yang gombal-gombalin pesawat bang. Jangan-jangan dia emang udah bener-bener jatuh cinta pada pandangan pertama sama pesawat. Duh, ada-ada aja.

Reply

ahaha.... itu sailor kok jadi ke ketek yah, mungkin maksudnya getek, perahu getek gitu kali ya... mungkin...

tapi jangankan anak SD sih bang, mereka masih bisa dimaklumi lah ya... :)) anak SMA aja kadang ada yang begini, masa dikasih pertanyaan :
Apa perbedaan diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial?
dan dia jawabnya sebagai berikut..... :
- Terletak pada huruf-huruf pembentuk kedua kata tersebut.

huwaa... antara pengen nangis atau guling-guling deh saat periksa ujian waktu itu T_T :D

Reply

hahahaaha, kelakuan anak sd jaman sekarang. bikin puisi pesawat berbau galau -___-
itu yang bikin puisi pesawat pasti cewek. tulisannya bagus tuh..

jadilah guru yang baik, jangan kejam dan menjerumuskan ya...
sekedar masukan. dulu waktu gue sd sih gue paling suka kalau guru gue ngasih game kuis-kuis gitu. hadiahnya cokelat. mungkin sikap guru sd gue bisa ditiru..

Reply

HUAHAHAHANJIRR ini sumpah ngakak banget bang astagaa. Fikiran anak-anak itu sungguh out of the box. Jawaban yang dikiran pilihan ganda HAHAHAHA. dedeknya mabok aer kobokan.
Yang pesawat juga. Et dah tu bocah baper banget bikin puisinya ngahahahaha. Dan oke gue juga ngakak baca komennya si mas Ichsan =))

Reply

hahahahahaha kampret sakit perut gue bang bacanya.
kayaknya murid lo yang bikin puisi itu bener bener kebanyakan asupan sinetron sama lagu galau deh.
tapi itu puisinya puitis banget asli!

Reply

Puisi pesawatnya itu lho... Kok bergalau guliani gitu....

Jadi pengen tahu gue jaman SD kayak gini gak ya...

Reply

Wkwkwwkw emang iya koplak semua. Coba deh sesekali suruh mengarang dengan tema "Kejadian Kemarin" nanti bakalan seru. Gue pernah bang. :D

Reply

Kelakuan ente dulu begitu juga gak bro? haha

Reply

pok ame-ame dooong, ahahaa... belalang kupu-kupu >_<

Reply

hahaha ade bang ichsan terlalu genius tuh,,hehe
jawaban muridnya absurd-absurd ya bang edot itu sailor ketek maksudnya apaan coba :D

Reply

hanjiirr, keren puisi pesawatnya XD
tapi gue gak mau ngetawain, bisa aja kelakuan gue pas sd, juga kek gitu :|

Reply

wkwkw, tulisannya lebih acak-acakan daripada gue, hehe.. Ternyata anak sd mampu membuat puisi seindah itu, mantap sekali puisinya :)

Reply

Bukan cuman jawabannya yang kacau, tulisannya juga! Wkwkwk

Wajar sih, namanya baru kelas tiga. Gua jadi pengen tau seperti apa 'bentuk' tulisan gue yang dulu.

Btw, itu kayaknya anak murid lo kurang terdidik oleh si 'guru'. #NoOffense hahaha

Reply

jawabannya sungguh absurd ya bang, siapa dulu gurunya, bwehehehe :D

kayaknya asik juga tuh ngajar anak-anak SD, awet muda ketawa terus :D

Reply

BANG ED! PING!!! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA X)))
geli banget bacanyaaa. nilam ketawa sampe nangis >.<
anak SD lucu-lucu, ya :') masih pada polos..
semangat ngajar terus, ya, Bang Edotz 'arsitek pendidikan' Herjunotz! ^^9

Reply

wkwkwk.. gue paling ngakak pas baca, yang ngelayat ngelayat itu. apasih yang ada di pikiran mereka mas dot? tp biasanya yang kayak mereka nih anak kreatif..

Reply

Dasaer hahahaha ngakak saaya sambil akit perut.
Masa2 sd emang klo diingat bikin ngakak keren. Semangat ya gan ngajar trus.

Reply

Hahah.. Yang bikin puisi untuk pesawat mungkin kepengeeen banget naik pesawat ya, Bang. Beliin gih, walau cumak destinasi antar kabupaten.. :P

Reply

ngakak parah pas takbiratul ikhram :D

widih, jadi cikgu papa. harusnya bilangnya pake gaya papa zola. "wahai anak muda, kebenaran bla..bla...blaa.."

Reply

Sungguh polos sekali jawaban-jawabanmu wahai murid kelas 3 sd. Hahahahhaha mengingatkankembali betapa polosnya juga gue dulu, tapi keknya nggak separah itu juga. Hahahahahha yang kampret pas puisi pesawat, tuh. Keknya dia cinta banget sama pesawat dan mungkin suatu saat nanti pengin dinikahin sama pesawat. Hahahaha!!

Sebagai guru yang baik, keknya lo harus selalu sabar dan tawakal, bang. Hahahahaha!!!

Reply

Makin ke bawah, jawaban makin absurd. Kayaknya yang puisi pesawat itu mesti dibawa ke Garuda dah, kali aja dijadiin materi buat iklan komersil mereka :P

Oh iya, itu jawaban terakhir, kayaknya perlu diselidikin deh. Darimana asalnya, siapa orangtuanya, kali aja dia alien ._.

Reply

Darat untuk memancing ikan sama yang disuruh ngartiin apa kata malah dikira pilihan ganda.:))
Gue juga sempet ngalamin kayak gini nih. Polosnya kelewatan. :))

Reply

pantai untuk adus...kenapa ga siram aja :D

Reply

anak" memang out of the box...
tapi ini mungkin kayanya kelewat out of the box

Reply

yang terakhir itu apaaaannn wkwkwkkkw aku nangis bacanyaa :'v
kalo aku di posisi kamu, aku contrengin aja semuanya kasih nilai B daripada harus baca satu persatu. tulisan mereka ituloh, oh my eyess :'3 sanggup kali kau bacanya :')
itu kok, mau ngapain takbiratul ihram wkwkw apa maksudnya sholat ya? :v

Reply

Jawabannya benar-benar kreatif....

Reply

pak gurunya kalah kreatif.. hahaha

Reply

Nggak kuat ngakak banget atulah sama jawaban mereka. Sebenernya mungkin jawaban mereka polos, tapi mungkin ada lagi yang karena beneran nggak tau.

Itu puisi pesawatnyaaaaaa hahahahahahahahah!

Jawaban yang terakhir itu apaan Bang? Artinya apa? Jelasiiinnn =)))))

Reply

hahahanjirrr ikutan ngakak, apalagi yang puisi tentang pesawat... wkwkwkwk

Reply

wkwkwkw
Pada lucu-lucu ya muridnya...

Jawabannya bisa menghibur dikala stress

Reply

Aduh... ngakak banget baca ini. Bocah-bocah emang polos banget yak... Hahaha.
Habis baca ini jadi sadar betapa jeleknya tulisan anak SD. Gak kebaca semua... apalagi yang paling terakhir tuh... jawabnya apaan sih? Hahaha Tulisan yang bagus dan kebaca jelas cuma yang bikin puisi pesawat adalah belahan jiwanya. Huahaha *tepok jidat*

Reply

asem, puisi pesawatnya dalem banget, ngalir banget kata-katanya, mungkin itu dia akan menjdai penyair handal,... tapi itu ada bahasa di campur campur , adus ndisek lah, kemekelen aku

Reply

Post a Comment